Kamu seorang content creator yang sudah membuat banyak konten tapi merasa kurang mendapat perhatian dari audiens?
Hal tersebut tidak akan terjadi jika kamu menggunakan strategi yang tepat. Konten kamu tidak hanya mendapat audiens yang lebih besar tapi juga meningkatkan engagement bahkan berpotensi viral.
Artikel ini akan membahas tips yang bisa kamu lakukan agar postingan kamu punya peluang besar untuk viral dan mencuri perhatian banyak orang.
Apa Itu Konten Viral?
Konten viral adalah jenis konten berupa gambar, video atau artikel yang tersebar dengan cepat di internet dan menarik perhatian banyak orang dalam waktu singkat.
Sebuah konten yang dianggap viral biasanya banyak mendapatkan like , komentar atau share daripada postingan biasanya. Hal ini disebabkan karena algoritma media sosial lebih memprioritaskan konten yang banyak melakukan interaksi untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
Baca Juga: Cara Melakukan Riset Konten di Social Media yang Efektif
Kapan Sebuah Konten Dianggap Viral?
Sebenarnya tidak ada angka pasti untuk menentukan sebuah konten termasuk konten viral atau tidak karena hal itu ditentukan berdasarkan platform, jenis konten dan tren saat itu.
Namun, umumnya sebuah konten dapat dikatakan viral jika mendapat penonton lebih dari satu juta penonton dalam waktu singkat. Berikut adalah kriteria konten viral berdasarkan platform yang digunakan.
Konten Viral TikTok
Pada aplikasi TikTok, sebuah konten dianggap viral jika mendapatkan 1 juta penayangan dalam waktu 3 hari.
Jika jumlah like , komentar, share dan durasi tonton terus bertambah, maka algoritma FYP akan terus mendorong konten kamu menjangkau audiens baru sehingga interaksi dan jumlah views bertambah cepat.
Konten Viral Instagram
Hampir sama dengan TikTok, konten yang viral pada Instagram dapat diukur dengan didapatnya 1 juta tayangan dalam beberapa hari atau 3-5 juta dalam seminggu.
Bedanya, video yang mendapatkan tayangan lebih kecil tapi memiliki interaksi lebih banyak bisa berpotensi viral karena algoritma akan menempatkan konten tersebut di halaman explore .
Konten Viral YouTube
Dalam YouTube, standar viral suatu konten disesuaikan dengan format video. Untuk video panjang, jumlah penonton yang dicapai yaitu 5 juta dalam seminggu, sedangkan untuk YouTube Shorts yaitu 1-2 juta penonton dalam beberapa hari.
Biasanya konten YouTube Shorts lebih cepat viral karena mudah ditonton dan dibagikan. Bahkan format konten ini bisa mengarahkan penonton ke video panjang yang nantinya akan membantu menaikkan jumlah subscriber .
Konten Viral X (Twitter)
Berbeda dengan beberapa platform sebelumnya, konten yang dianggap viral di X adalah postingan dengan puluhan ribu retweet dan like . Jumlah interaksi lebih penting daripada jumlah tayangan. Konten viral di X biasanya lebih singkat, tajam dan relevan dengan tren.
Konten Viral Facebook
Tidak ada patokan yang menentukan sebuah konten dikatakan viral pada aplikasi Facebook. Beberapa orang menganggap konten dikatakan viral jika mendapatkan 100 ribu tayangan dalam 1 hari, tetapi ada juga yang menyebutkan 1 juta tayangan dalam seminggu.
Namun, kunci utama yang bisa menjadi acuan adalah jumlah share . Semakin banyaknya konten dibagikan kepada orang lain maka semakin cepat juga menjadi viral.
Baca Juga: 10 Langkah Membuat Strategi Social Media Supaya Audiens Betah
Tips Membuat Konten Viral
Dilansir dari PressBoardMedia.com , ada beberapa tips yang bisa kamu gunakan untuk membuat konten viral di media sosial menggunakan konsep “STEPPS” yang diperkenalkan oleh Jonah Berger.
Metode “STEPPS” tersebut terdiri dari social currency, triggers, emotion, public, practical value dan stories . Berikut adalah penjelasan yang bisa kamu simak beserta contohnya.
#1 Membangun Social Currency
Sebagai makhluk sosial, banyak orang yang ingin terlihat lebih update dari orang disekelilingnya sehingga mereka akan membagikan informasi agar dianggap keren, pintar atau gaul di mata orang lain.
Jadi kamu bisa membuat konten yang membuat audiens merasa mereka tahu hal yang belum banyak orang lain tahu. Nantinya mereka akan membagikan konten tersebut. Misalnya konten tentang fakta unik, tren terbaru atau rekomendasi yang bermanfaat.
Contoh konten dengan social currency. Sumber: TikTok/@idolkroya
Contohnya, akun TikTok @idolkroya membuat konten OOTD yang terinspirasi dari karakter Sore di film Sore: Istri dari Masa Depan . Banyak orang akan membagikan konten ini karena membuat mereka terlihat punya referensi style yang unik sekaligus melek dengan tren yang ada.
#2 Memanfaatkan Triggers Kehidupan Sehari-hari
Triggers yang dimaksud dalam konten adalah suatu hal yang mengingatkan audiens dengan kamu.
Jika ingin membuat konten dengan triggers , kamu bisa mengaitkan konten kamu dengan berbagai rutinitas yang biasa dilakukan orang, menghubungkannya dengan momen tertentu atau memanfaatkan tren yang sedang populer.
Contoh konten dengan triggers . Sumber: Instagram/@lifeatkgx
Contohnya, konten dari akun @lifeatkgx berbentuk meme yang menunjukkan bahwa pada tanggal tersebut banyak orang yang merasa uangnya pas-pasan sebelum gajian tiba. Dengan konten yang relatable ini, banyak orang yang terdorong untuk membagikannya.
#3 Menghadirkan Emotion Kepada Audiens
Banyak orang senang membagikan hal-hal yang memiliki emosi kuat seperti senang, kagum, terinspirasi, marah, peduli atau sedih. Konten dengan emosi biasanya memicu orang membagikannya kepada orang lain.
Kamu bisa membuat konten yang memainkan emosi audiens dengan teknik storytelling yang kuat, visual yang memukau dengan isi yang menyentuh.
Contoh konten dengan emotion . Sumber: TikTok/@jenie.jinie
Contohnya, konten dari akun TikTok @jenie.jinie yang membagikan cerita tentang rescue seekor kucing. Konten seperti ini biasanya banyak dibagikan karena membuat orang terharu.
#4 Membuat Konten yang Mudah dilihat Public
Sesuatu yang sedang ramai di publik akan menarik perhatian banyak orang dan membuat orang ikut-ikutan untuk membagikannya. Hal in terjadi karena biasanya kita cenderung meniru apa yang orang lain lakukan.
Jadi buatlah konten dengan visual yang menarik dan mudah dikenali oleh banyak orang. Kamu juga bisa juga membuat challange yang bisa menyasar banyak orang.
Contoh konten public . Sumber: TikTok/@farrajaidi
Contohnya, konten make up challenge Cleopatra yang dilakukan oleh banyak orang, salah satunya akun TikTok @farrajaidi. Semakin konten ini dilakukan oleh banyak orang, maka semakin terlihat oleh publik dan cepat menyebar.
#5 Konten yang Memberikan Practical Value
Biasanya orang akan suka membagikan informasi yang bermanfaat untuk orang lain, seperti tips atau trik karena dengan begitu mereka akan merasa berguna.
Kamu bisa membuat konten “ how-to ”, life hack atau berbagai informasi yang bisa dipraktekkan langsung oleh banyak orang. Kemas informasi tersebut dalam format yang mudah dipahami seperti infografis atau carousel.
Contoh konten dengan practical value . Sumber: TikTok/@keshouseware
Contohnya, konten dari akun Instagram @keshouseware yang memberikan tips memilih buah manis. Konten seperti ini akan banyak dibagikan oleh orang karena membuat mereka merasa membantu orang lain.
#6 Menyampaikan Pesan Melalui Stories
Cerita akan membuat suatu informasi lebih mudah diingat, lebih emosional dan menarik untuk dibagikan ke banyak orang.
Kemaslah suatu informasi dalam cerita yang relatable dengan tokoh yang audiens pun bisa merasakannya. Jangan lupa untuk menyisipkan pesan utama secara natural.
Contoh konten melalui stories . Sumber: Instagram/@harisenin.official
Contohnya, konten dari akun Instagram @harisenin.official yang bercerita tentang pengalaman dalam dunia karier. Konten ini banyak dibagikan karena terasa relate bagi banyak orang.
Itulah beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk membuat sebuah konten viral di media sosial. Nah, kira-kira apa kamu tertarik untuk belajar tentang dunia digital marketing lebih lanjut? Kamu bisa ikut Bootcamp Digital Marketing Harisenin.com atau Bootcamp Social Media & Copywriter supaya kamu bisa bikin konten viral yang menarik perhatian banyak orang.