Bahasa:

Search

5 Tips Interview Dengan Direksi Beserta Contoh Pertanyaannya

  • Share this:
5 Tips Interview Dengan Direksi Beserta Contoh Pertanyaannya

Kamu sudah lolos tahap interview HRD, interview user, dan tinggal melakukan interview direksi. Tetapi, kamu masih belum memiliki insight atau gambaran mengenai seperti apa interview direksi itu? Wah, pas banget nih Risers, karena di artikel kali ini, kita akan membahas mengenai tips interview dengan direksi beserta contoh pertanyaan yang sering diajukan.

Sedikit gambaran proses interview direksi

Tips interview dengan direksi - Insight
Picture by: www.pexels.com

Dalam proses interview, biasanya akan ada beberapa tahapan seperti interview HRD yang bertujuan untuk mengenal kepribadian kandidat, kemudian disusul dengan interview user yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan kandidat dan kecocokan dengan user, lalu yang terakhir biasanya adalah interview direksi.

Interview direksi sendiri biasanya akan lebih universal terkait dengan kepribadian kandidatnya, tapi tak jarang mereka biasanya juga akan lebih detail terkait dengan komitmen dan kecocokan kandidat dengan bisnis perusahaan saat ini maupun tantangan bisnis mereka di masa depan.

Jadi misalkan para direksi ingin merekrut kalian sebagai karyawannya di perusahaan mereka, apa pandangan kalian terhadap perusahaan tersebut, dan apakah kalian mau berubah sesuai dengan bisnis mereka kedepannya atau tidak. Biasanya kalian di ajak untuk beradaptasi dengan perubahan untuk menghadapi hal tersebut.

Saat interview direksi sendiri, biasanya hanya sedikit atau bahkan tidak ada pertanyaan teknis, tidak seperti interview user yang pertanyaannya cenderung ke bidang teknis studi atau pengalaman dan skill yang kalian miliki.

Meski begitu, bukan berarti kalian bisa mengabaikannya begitu saja, lebih baik tetap persiapkan menerima pertanyaan teknis karena pada dasarnya interview direksi antara satu dengan yang lain akan berbeda.

Baca Juga: Apa itu Karir? 5 Tahapan Persiapan Karir Masa Depan!

Tips Interview dengan direksi

Tips interview dengan direksi - two people
Picture by: www.pexels.com


Selanjutnya adalah beberapa tips interview dengan direksi yang perlu kamu ketahui.

Pahami perusahaan dan posisi yang kamu lamar

Selama wawancara, para direksi tentu tidak hanya berpikir apakah kandidat “ini” bisa melakukan tugasnya atau tidak. Mereka ingin melihat apakah kandidat tersebut antusias, dan apakah kandidat tersebut cocok dengan budaya perusahaan atau tidak.

Maka dari itu, kamu perlu memahami posisi dan apa saja kira-kira tugas yang akan kamu kerjakan. Lebih lanjut, kamu juga perlu mengetahui bergerak di bidang apakah perusahaan yang kamu lamar? Bagaimana cara kerja atau work culture-nya? Kira-kira perkembangannya beberapa tahun ke depan itu seperti apa?

Dengan mengetahui dan mempertimbangkan hal-hal tersebut tentunya akan menjadi nilai tambah dan para direksi akan menilai bahwa kamu memang memiliki ketertarikan terhadap perusahaan.

Sedikit tips, kamu bisa mencari tahu mengenai perusahaan tersebut di website resmi perusahaannya, ataupun mencarinya di LinkedIn. Hal ini akan membuatmu selalu memilki topik untuk dibahas bersama dengan direksi.

Kenali dirimu

Kamu perlu mengetahui lebih dalam mengenai dirimu sendiri. Ketahui apa kelebihanmu dan jelaskan bagaimana hal tersebut akan berdampak positif terhadap perusahaan kedepannya. Selain itu ketahui juga kelemahanmu dan beri tahu mereka dengan jujur sembari mengatakan juga bagaimana caramu mengatasinya.

Lebih lanjut, kalian juga perlu memiliki tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang untuk menunjukkan bahwa kamu memang orang yang terorganisir, memiliki tujuan yang jelas, dan visioner.

Sebagai tambahan, kamu bisa membicarakan mengenai kepribadianmu sembari mengatakan bagaimana kepribadian itu akan membantu mereka berhasil. Diskusikan apa tujuan dan prioritas perusahaan dan bagaimana skill yang kamu miliki itu cocok dengan mereka.

Berbagi ide, saran, dan menunjukkan kamu memiliki visi tentang apa yang akan kamu capai dalam posisi tersebut tentunya akan membuatmu lebih stand out dari kandidat lain.

Tunjukkan pencapaian

Salah satu cara untuk menonjol adalah berbicara tentang hasil spesifik yang kamu hasilkan dalam pekerjaanmu sebelumnya. Misal, Kamu bisa menjelaskan tentang jumlah proyek dan berapa banyak karyawan yang kamu kelola sembari menjelaskan hasilnya.

Ingat, tetap rendah hati, dan jelaskan dengan sederhana tanpa terkesan seperti “pembual” yang malah dapat merusak reputasimu.

Ada beberapa tips agar kamu dapat menunjukkan pencapaianmu tanpa terdengar seperti seorang pembual, seperti:

  • Tekankan pada kerja kerasmu
  • Jangan Meremehkan orang lain
  • Berikan Kredit di tempat seharusnya
  • Katakan fakta
  • Ungkapkan rasa syukur
  • Hindari merendahkan diri yang berlebihan
  • Katakan juga kesalahan yang pernah kamu buat dan cara menanganinya.

Dengan memperhatikan beberapa hal tersebut, ditambah dengan penjelasan yang jelas dan apa adanya akan membuatmu terdengar seperti orang yang meyakinkan.

Cari tahu siapa orang yang akan mewawancaraimu

Tak jarang, keputusan bahwa kamu diterima atau tidaknya bermula dari kesesuaian budaya dan kecocokan dengan direksi. Semakin baik “chemistry” yang kamu bangun dengan direksi perusahaan, maka semakin besar kesempatan kamu lolos seleksi.

Maka dari itu, kamu harus tahu siapa orang yang kamu ajak bicara. Salah satu caranya adalah dengan melakukan riset di LinkedIn untuk memahami latar belakang para direksi. Kamu bisa melihat pendidikan mereka, jenjang kariernya, dan bagaimana mereka bisa sampai ke posisi mereka saat ini.

Dengan melakukannya, kamu akan mendapatkan nilai plus dari wawancara tersebut dan membantumu membangun hubungan selama wawancara berlangsung. Selain itu, dengan melakukan riset terlebih dahulu kamu juga dapat mengantisipasi pertanyaan apa yang mungkin mereka ajukan.

Dengan begitu, kamu bisa mempersiapkan jawaban yang lebih baik.

Menceritakan dengan cara profesional

Menceritakan pengalamanmu secara baik dan terdengar profesional tentunya akan membedakanmu dari kandidat lain. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan metode S.T.A.R saat interview:

  • Situation: Jelaskan situasi umum atau konteks mengenai tantangan yang dihadapi. Ceritakan beberapa detail informasi yang relevan untuk memberikan konteks yang cukup kepada direksi tentang situasi tersebut.
  • Task: Jelaskan peran serta tanggung jawabmu dalam situasi tersebut. Fokus terhadap tugas yang kamu emban di posisi tersebut.
  • Action: Jelaskan secara spesifik mengenai tindakan apa yang kamu ambil untuk menangani situasi tersebut. Kamu bisa menjelaskan mengenai strategi apa yang kamu ambil dan jelaskan alasannya.
  • Result: Jelaskan hasil akhir dari tindakanmu tersebut. Kamu bisa menceritakan dua atau tiga hasil yang paling membanggakan dan mendiskusikannya.

Dengan menggunakan metode STAR saat kamu menjawab pertanyaan, maka jawabanmu akan efektif dan cukup mudah untuk dicerna.

Baca Juga: 4 Website Bikin CV yang Bisa Memikat Para HR

Contoh Pertanyaan Interview dengan direksi

Tips interview dengan direksi - handshake
Picture by: www.pexels.com

Setelah mengetahui 5 tips interview dengan direksi, selanjutnya kita bagikan beberapa contoh pertanyaan interview dengan direksi yang sering ditanyakan.

  • Apa alasan anda ingin bergabung dengan kami?

Jawaban atas pertanyaan ini memang berbeda-beda untuk setiap individu dan tidak ada jawaban yang pasti benar. Cobalah untuk tidak menimbulkan kesan buruk.

Ada beberapa tips untuk menjawab pertanyaan tersebut, seperti kamu bisa berfokus pada keunggulan perusahaan yang sesuai dengan kelebihanmu, jelaskan juga keterkaitan antara posisi yang kamu lamar dengan keterampilanmu.

Selebihnya, sesuaikan dengan kondisimu sendiri dan tetap tunjukkan rasa antusias.

  • Kenapa memilih resign dari perusahaan sebelumnya?

Saat menerima pertanyaan tersebut, direksi tentunya ingin mengetahui apa yang menyebabkanmu meninggalkan perusahaan sebelumnya karena ada kemungkinan kamu akan mengalaminya juga di perusahaan yang baru.

Ada beberapa cara untuk menyiasatinya, seperti kamu bisa bilang kalau kamu ingin mencari pengalaman dan tantangan baru. Melansir dari Flex Jobs, kamu bisa menggunakan kesempatan ini untuk menjelaskan skill dan pengalaman yang kamu miliki dan merasa kamu membutuhkan tantangan baru.

Dengan mengatakan bahwa kamu sudah merasa stagnan di pekerjaanmu sebelumnya, kamu tidak akan membawa nama buruk dari perusahaan tempat kamu bekerja sebelumnya, seperti dilansir dari the balance careers.

  • Apa yang Anda lakukan untuk mengelola beban kerja Anda secara efektif?

Ketika mendapati pertanyaan umum seperti ini, ambil kesempatan untuk menjelaskan strategi manajemen waktumu. Karena pendekatan yang dilakukan setiap orang berbeda dengan yang lain, jelaskan juga mengapa strategi tersebut berhasil untukmu. Beri tahu juga bagaimana kamu menggunakan suatu teknik atau strategi untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.

  • Apa pencapaian terbesar anda?

Dari pertanyaan ini, perekrut ingin mengetahui apakah kamu dapat membawa perubahan positif dalam perusahaan mereka. Para direksi ingin melihat manfaat apa yag akan diperoleh mereka dengan mempekerjakan kamu.

Saat menentukan pencapaian mana yang ingin kamu ucapkan, lebih baik memilih sesuatu yang terbaru dan relevan dengan posisi yang kamu lamar. Coba untuk berpikir tentang sesuatu yang berdampak besar pada karier dan katakan juga hasilnya.

Beberapa hal yang dapat kamu ceritakan antara lain seperti bagaimana kamu meningkatkan user experience, berkesempatan memimpin sebuah proyek dan hasil positifnya, menerapkan solusi untuk membuat perusahaan jauh lebih efisien dan produktif, dan lain-lainnya

  • Bagaimana kamu bekerja dengan orang yang memiliki ide berbeda dengan anda?

Tujuan dari pertanyaan ini adalah melihat apakah kamu memiliki keterampilan interpersonal yang dibutuhkan untuk bekerja dengan baik dengan tipe kepribadian yang berbeda dan toleran terhadap ide dan pendapat yang berbeda. Untuk menjawabnya, kamu dapat menjelaskan bahwa kamu mencoba untuk fokus pada tujuan utama dan tidak membiarkan pendapat pribadi memengaruhi kewajiban profesional secara negatif.

Kesimpulan

Itu dia 5 tips interview dengan direksi beserta contoh pertanyaannya yang sering muncul. Biasanya perusahaan hanya melakukan interview sampai di tahap user interview saja, namun tak jarang ada pula yang sampai tahap interview direksi.

Walau interview dengan direksi sendiri memang tidak terlalu mendetail seperti saat interview user, tapi kamu perlu mempersiapkannya juga dengan matang karena interview ini yang akan menentukan apakah kamu memilki kecocokan dengan para direksi dan budaya perusahaan.

Sebagai penutup, gunakan artikel ini sebagai referensi untuk menghadapi interview dengan direksi. Perlu diingat juga bahwa pertanyaan yang muncul mungkin juga berbeda karena setiap perusahaan memiliki kebutuhan dan work culture yang berbeda, jadi tetap antisipasi dengan pertanyaan-pertanyaan lain ya Risers!

Semangat dan semoga sukses!

Baca Juga: 6 Cara Mengembangkan Talent Management Framework dan Manfaatnya

Tags:
Adhy Makayasa

Adhy Makayasa