Bahasa:

Search

Word of Mouth Marketing: Dulu vs Kini

  • Share this:
Word of Mouth Marketing: Dulu vs Kini

Strategi pemasaran dari waktu ke waktu banyak yang telah berevolusi. Akan tetapi, word of mouth adalah sesuatu yang telah berjalan dalam waktu yang cukup lama. 

Word of mouth berarti ucapan atau kata dari mulut, Risers. Dan dalam dunia marketing, hal ini dapat diartikan sebagai langkah memanfaatkan kekuatan ucapan seseorang untuk tujuan pemasaran. Hal ini dapat menarik simpati masyarakat lebih banyak, karena sifat manusia yang cenderung tertarik dengan ucapan seseorang dan result nya yang juga menguntungkan.

Hal ini sebenarnya adalah hal yang efektif dan tentunya memiliki alasan. Berdasarkan data yang dimiliki Semrush, 90% orang lebih berkemungkinan untuk memercayai produk yang direkomendasikan. Bahkan sekalipun datangnya dari orang asing!

Angka ini menunjukkan bagaimana besarnya kepercayaan seseorang terhadap ucapan orang lain (atau dalam konteks ini sering disebut sebagai review). Dan dengan alasan ini, lebih dari 60% marketer memandang word of mouth adalah salah satu strategi pemasaran yang paling efektif. 

Bentuk word of mouth ini juga turut mengalami perubahan seiring berkembangnya zaman. Jika bisa digambarkan, berikut perkembangan word of mouth marketing dari masa lalu hingga saat ini. 

Word of Mouth pada Tempo Dulu : Bagaimana Caranya Bekerja

Bagaimana Cara Word of Mouth Bekerja - Pixabay
Sumber: Pixabay

Memperkirakan kapan word of mouth dimulai mungkin akan menjadi cukup sulit dan tidak bisa ditebak. Namun dengan mengetahui nature manusia, tidak mengherankan jika hal ini telah ada di tengah kita dalam waktu yang sangat lama. 

Adapun sejak dulu, word of mouth dimulai dari pengalaman pelanggan (customer experience). Pelanggan akan menyampaikan kepada kerabat terdekat untuk ikut mencoba sebuah product dari suatu brand. Jika hal tersebut cocok dan terbukti, maka akan ada pembeli lagi yang tertarik. Circle ini akan berputar sesuai dengan ketertarikan, kebutuhan maupun result yang mereka lihat secara nyata.

Pengalaman yang baik akan meninggalkan kesan baik. Apabila pelanggan merasa cocok sehingga melebihi ekspektasi yang dimiliki pelanggan, hal ini akan menjadi situasi yang semakin baik! Dengan begitu, akan semakin besar kemungkinan atau dorongan seseorang untuk membagikan opini positifnya kepada orang terdekat/orang lain.  

Namun, tentu hal ini juga berlaku sama pada kasus sebaliknya. Kita perlu berhati-hati dalam meng-claim sebuah produk yang kita punya. Pelanggan yang mendapat pengalaman buruk juga bisa memiliki kemungkinan yang sama untuk membagikan pengalamannya pada orang lain. Orang lain yang mendengar akan ikut terpengaruh dan mempertimbangkan banyak hal tentang produk yang kita jual.

Maka agar mendapat keuntungan word of mouth marketing dengan maksimal, menjadi penting untuk tetap menjaga customer experience yang positif. Tawarkan apa yang kamu punya dengan presentasi yang sebaik mungkin.

Baca Juga: Memulai Belajar Digital Marketing untuk Pemula

Murah, Bahkan Gratis!

Word of Mouth Murah, Bahkan Gratis - Pixabay
Sumber: Pixabay

Salah satu hal yang membuat strategi ini disenangi adalah karena word of mouth bisa terjadi dan didapatkan secara organik. 

Pelanggan yang merasa puas akan menyebarkan review-nya dari mulut ke mulut. Mereka akan mulai menyebarkan kepada orang terdekat, mereka yang terpengaruh pun akan ikut mencoba pun merasakan hal yang sama dan menyebarkan opininya lagi. Siklus terjadi secara terus menerus hingga akhirnya brand dikenal dengan citra yang baik di khalayak ramai.

Dan selama proses tersebut, tidak ada additional expenditure yang kamu keluarkan. Ucapan dan review yang berpengaruh tersebut seluruhnya berasal dari mulut pelanggan.

Maka, kamu perlu memerhatikan produk yang kamu punya. Walaupun hal ini bisa dijadikan untuk semakin meningkatkan loyalitas, pemberian bonus memang dapat menjadi salah satu cara untuk membuat konsumen loyal. Hal ini kurang lebih berlaku sebagai reward atas tindakan pemasaran yang secara tidak langsung dilakukan oleh mereka.

Word of Mouth di Masa Kini : Pengaruh Teknologi yang Lebih Besar

Pengaruh Teknologi pada Word of Mouth Saat Ini - Pixabay
Sumber: Pixabay

Hal yang cukup banyak mengubah word of mouth yang dulu lebih banyak terjadi secara organik adalah berkembangnya teknologi saat ini.

Adanya smartphone, media sosial, dan online forum membuat suatu narasi berputar dengan sangat cepat, termasuk review seseorang. Satu klik pada layar ponsel, dan orang-orang di berbagai tempat mampu mengetahui pendapat kamu terhadap sesuatu!

Tanda ‘approval’ akan suatu produk juga tidak lagi terbatas pada bentuk kata yang keluar dari mulut. Tampil atau terlihat menggunakan suatu produk pun di masa modern saat ini memiliki power baru. Hal ini bisa berarti produk terkait cukup dipercaya, atau dianggap memiliki review yang bagus.

Power ini biasanya dimiliki oleh orang-orang tertentu. Misalnya seperti influencer dan key opinion leader (KOL). Dengan bekerjasama dengan influencer atau KOL, pebisnis ingin memancing word of mouth terjadi di tengah audiens mereka. 

Baca Juga: Influencer Marketing: Pengertian, Jenis, dan Manfaat

Baca Juga: Kenali Perbedaan Influencer, Buzzer, Endorser

Dari bahasan di atas, maka dapat dimengerti bahwa word of mouth adalah salah satu langkah pemasaran yang akan efektif dilakukan. Jika ingin mempelajari strategi marketing lebih dalam lagi, kamu juga bisa mengikuti kelas bootcamp Digital Marketing di Harisenin.com! Segera lihat infonya di sini.


Celine Anastasya

Celine Anastasya