Kenali perbedaan Influencer, Buzer, Endroser

Perbedaan Influencer
5 mn read

Pada sepuluh tahun kebelakang, Kita hanya dapat menyaksikan artis dan juga bloging yang bisa menawarkan dan menyampaikan produk dan jasa yang ditawarkan. Sehingga sangat cocok pada waktu itu kita bisa melihat secara langsung “real time” sehingga dapat menjadi prioritas nantinya. Namun saat ini banyak profesi yang bisa dijadikan pekerjaan yang tidak semestinya berkerja untuk beberapa jam dengan gaji yang ditawarkan cukup besar. Simak perbedaan influencer, buzzer, endorser yang perlu kamu ketahui.

Influencer

Perbedaan Influencer

Influencer punya peran besar untuk mempengaruhi atau meyakinkan banyak orang supaya bisa tertarik dengan produk yang mereka promosikan, memang sekilas mirip dengan cara kerja menjadi sales marketing. Para Influencer enggak diharuskan mengerti betul mengenai produk tersebut sehingga bisa mempengaruhi banyak orang.

Namun, sekarang udah banyak dari mereka yang memilih untuk mengerti soal produk tersebut sekaligus mengedukasi para followers-nya.Mereka, secara enggak langsung mempengaruhi followers-nya untuk membeli atau memakai produk yang sama dengan cara membagikan cerita mengenai pengalaman mereka tentang suatu produk. Cara mereka meyakinkan para followers juga beragam, mulai dari foto, video, hingga review unik untuk para audiens mereka.

Baca Juga: Pahami Tugas Desain Grafis yang Harus Kamu Ketahui

Job Description

Kita tertarik untuk merekrut individu muda dan berbakat sebagai Social Media Influencer untuk bergabung dengan tim Pemasaran kami. perbedaan influencer nampak jelas pada tujuan utamanya dengan ketiga profesi tersebut.

Tujuan utama adalah membantu dan mendapatkan publisitas melalui berbagai platform media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan banyak lagi. Sebagai Influencer Media Sosial, Influencer akan bertanggung jawab untuk mengembangkan dan melaksanakan kampanye influencer untuk menjangkau audiens target yang diinginkan. Influencer juga akan bertanggung jawab untuk membuat konten dengan bantuan alat manajemen media sosial.

Agar berhasil dalam peran pekerjaan ini, Influencer harus menyampaikan kesenangan dan keaslian merek kami. Influencer harus mengembangkan strategi pemasaran influencer bekerja sama dengan tim Pemasaran Digital. Selain itu, Influencer juga harus menjaga hubungan persahabatan dengan pemirsa serta pengikut.

Influencer harus memiliki keterampilan mengedit yang luar biasa dan keterampilan menulis yang fenomenal. Selain itu, Anda juga harus terlibat dengan audiens secara efektif. Influencer harus memiliki pengalaman bertahun-tahun yang layak sebagai Influencer atau bidang serupa.

Baca Juga: Intip Variasi dan Strategi Digital Marketing yang Harus Kamu Tahu

Jika Influencer merasa sudah menguasai Media Sosial, segera ajukan lamaran untuk posisi ini. Kami akan senang bekerja sama dengan Anda.

Tanggung Jawab Seorang Influencer:

  • Terhubung ke merek dan audiens target potensial di berbagai platform jejaring sosial.
  • Mengembangkan dan menerapkan strategi media sosial yang inovatif.
  • Membuat dan menulis konten yang relevan untuk posting media sosial.
  • Menerbitkan konten sesuai jadwal.
  • Berbagi semua informasi dan tautan penting melalui media sosial.
  • Bekerja sama dengan Social Media Marketing Manager dan Social Media Marketing Specialist.
  • Merancang laporan wawasan setelah mengumpulkan wawasan dan umpan balik dari situs media sosial.
  • Mematuhi semua pedoman sebelum mempublikasikan di media sosial.
  • Melacak catatan pengikut dan memelihara daftar yang sama.
  • Menyebarkan informasi asli dan otentik dengan antusiasme tinggi.
  • Tetap up to date dengan tren terbaru di semua jaringan media sosial.

Buzzer

Buzzer

Cara kerja Buzzer adalah dengan menyampaikan serangkaian informasi dengan cara berulang-ulang. Ada waktu yang ditentukan untuk kapan mereka bisa menyampaikan informasi tersebut. perbedaan influencer dan buzzer kita bisa dilihat dari penyampaian makna dan titik pointnya.

Banyak informasi yang bisa disampaikan oleh para Buzzer, misalnya seperti makanan, pakaian, lokasi wisata, sampai isu politik. Buzzer enggak harus meyakinkan para followers-nya, tugas mereka hanya menyampaikan informasi sebanyak-banyaknya tanpa memikirkan apakah nantinya para followers akan tertarik atau enggak. Buzzer hanya bertugas membuat para pengikutnya aware dengan informasi yang terus diberikannya tersebut.

Baca Juga: 5 Tools UI/UX Designer yang sering dipakai

Job Description

Kita akan lanjut ke pembahasan berikutnya, karena kita sebut sebagai profesi, maka kita harus tahu bagaimana sistem kerjanya, dimana tugas utama seorang buzzer adalah melakukan promosi. Bisa terhadap suatu produk, jasa, kegiatan dan lain sebagainya. Bisa juga untuk membangun image atau menyukseskan CSR suatu perusahaan.

Ada juga yang melakukan suatu kampanye untuk kebutuhan pribadi atau organisasi, bukan sekadar perusahaan. Misalnya melakukan kampanye melek literasi, dan lain sebagainya. Dengan begitu terlihat kan kalau cakupan pekerjannya cukup luas. Sampai ke ranah kampanye politik dan isu-isu politik.

Cara kerja buzzer di semua lini mungkin sama, mereka menggunakan media sosial dan menggunakan media-media sosial tersebut untuk menyebarluaskan informasi. Mereka akan membuat persona palsu dari ratusan akun yang mereka kelola.

Endorser

Endorser

Endorser adalah orang yang diberi wewenang untuk menandatangani sekuritas yang dapat dinegosiasikan untuk mengalihkan kepemilikan dari satu pihak ke pihak lain atau untuk menyetujui syarat dan ketentuan kontrak. Mengesahkan sebuah cek sebelum diuangkan atau disetorkan adalah contoh yang paling umum dan dikenal luas, tetapi seorang endorser juga diharuskan untuk menyelesaikan transaksi seperti mentransfer hak milik mobil atau memperdagangkan keamanan finansial.

Job Description

Mungkin masih banyak orang-orang yang bertanya-tanya tentang cara endorse, cara paid promote, atau lebih spesifik cara endorse selebgram, karena memang saat ini para influencers di Instagram lah yang kerap kita lihat di-endorse oleh berbagai brand. Perbedaan influencer dengan endorser pastinya beragam. Berikut poin-poin yang harus kamu ketahui tentang cara kerja endorse. Poin di bawah juga berlaku bagi Sobat yang ingin tahu bagaimana cara minta endorse ke selebgram!

Bersifat berbayar (paid promote)

Sebelumnya sudah dijelaskan sekilas bahwa endorse merupakan sebuah cara promosi menggunakan jasa influencer atau figur publik dengan sistem promosi berbayar.

Saat membuat kesepakatan dengan calon endorser, kamu bisa menanyakan dengan detail mengenai sistem pembayarannya, apakah cukup dengan pemberian produk (dan tentukan berapa banyak produk yang akan dikirim), atau ada biaya lain.

Kemudian biasanya terdapat kesepakatan antara pemilik brand dan calon endorser mengenai di mana saja produk tersebut akan dipromosikan. Untuk Instagram, misalnya, apakah di feed atau cukup di Instastory saja. Untuk Instastory pun perlu disepakati lagi apakah masa promosinya hanya 1×24 jam atau 2×24 jam, dan seterusnya.

Bersifat umum (publik)

Saat seseorang di-endorse, itu artinya media sosial yang digunakan tidak bersifat private. Itulah maksud dari endorsement yang bersifat umum. Sifat tersebut membuat promosi dengan endorse dapat diakses oleh siapapun. Bukan hanya itu, endorse berupa gambar atau video juga dapat disebarkan oleh siapapun yang melihat.

Pastikan calon endorser memberikan komentar atau review positif mengenai produk yang kamu tawarkan. JIka sang endorser memberi review negatif, hal ini tentu akan berpengaruh pada reputasi brand.

Dalam kesepakatan yang telah dibuat, kamu dan calon endorser dapat menentukan pihak mana yang akan menyediakan naskah endorse. Jika naskah disediakan oleh kamu sendiri, kamu bisa catat dulu contoh paid promote yang menarik dan lihat naskahnya bagaimana. Namun Jika yang menyediakan naskah adalah calon endorser, pastikan kamu membaca dan melakukan review terhadap naskah tersebut.

Tapi pastikan review yang diberikan juga review jujur sesuai dengan manfaat yang ditawarkan produk milik kamu ya! Hal ini tidak hanya menyangkut kepentingan reputasi brand, tetapi juga reputasi sang endorser.

Baca Juga: Cara Membuat Konten Yang Menarik

Tidak bersifat mengikat

Setelah memahami apa itu endorse, sudah waktunya Sobat tahu bahwa sistem endorse atau paid promote tidak bersifat mengikat. Perlu dicatat bahwa endorser berbeda dengan brand ambassador.

Misalkan Sobat mempromosikan brand kosmetik dengan bantuan seorang influencer atau selebgram, Sobat tidak berhak menuntut influencer dan selebgram tersebut jika di hari lain ia mempromosikan produk kosmetik dari brand lain. Jadi perlu diingat bahwa endorser tidak memiliki kewajiban untuk hanya memposting atau mempromosikan brand Sobat.

Tidak ada kontrak

Untuk sejumlah brand besar, sistem endorse memang ada yang terikat kontrak. Namun hal ini sangatlah jarang ditemukan. Kebanyakan sistem endorse atau paid promote dilakukan tanpa kontrak.

Pihak pemilik brand hanya perlu menghubungi sang calon endorser, membuat kesepakatan, lalu mengirimkan produk yang ingin dipromosikan ke alamat rumah sang endorser (tidak harus bertemu langsung). Jika kamu ingin mempromosikan brand yang bergerak di bidang jasa atau pelayanan, artinya kamu dan sang endorser dapat mendiskusikan lebih lanjut terkait biaya paid promote.

Nah, itu dia beberapa hal yang Sobat perlu ketahui tentang apa itu endorse dan bagaimana cara kerjanya. Jika kamu sudah menggunakan jasa endorser dengan tepat sehingga brand yang kamu tawarkan mengalami peningkatan penjualan, pastinya ada kemungkinan dong kamu mengalami kendala pada sistem stok barang.

Kesimpulan

Pada prinsipnya ketiga profesi tersebut sama saja namun ada beberapa yang bisa kita bedakan yang pertama influencer ini lebih mengarah kita bisa mengajak kita memilih produk tersebut, Untuk Buzzer pastinya lebih mengarah menyebar luaskan informasi yang digancangkan dan terakhir untuk endoreser mereka lebih menjual kasarnya dan untuk mengambil hasil yang lebih baik makanya endoreser saat ini sangatlah mahal meskipun engagement ratenya sangat tinggi. Dan itulah perbedaan influencer, buzzer.



Leave a Reply

Your email address will not be published.

Social Media