Website

Search

8 Tipe Wawancara Kerja Yang Wajib Kamu Ketahui Agar Lebih Siap Saat Menghadapinya!

  • Share this:
8 Tipe Wawancara Kerja Yang Wajib Kamu Ketahui Agar Lebih Siap Saat Menghadapinya!

Hi Risers, sudah tahu kan bahwa wawancara kerja merupakan salah satu proses penting yang harus kamu hadapi ketika melamar sebuah pekerjaan. Dalam wawancara menjadi kesempatanmu untuk menunjukkan kemampuanmu kepada perekrut agar mereka yakin bahwa kamu berkinerja baik nantinya. Dengan menunjukkan keterampilan dengan baik, maka perekrut akan dapat lebih mudah menilai apakah kamu sesuai dengan pekerjaan yang mereka tawarkan atau dengan kemampuanmu bisa membuka peluang untuk dipertimbangkan untuk posisi yang lebih tinggi.   

 

Jika pada saat wawancara kamu menguasai seluruh proses dan jawaban yang ditanyakan, maka wawancaramu akan berjalan dengan baik dan bisa mendapatkan kesempatan yang baik juga. Untuk menguasai proses wawancara, maka kamu harus mempersiapkan dirimu dengan baik dan mengenal apa saja tipe wawancara yang biasa digunakan oleh perusahaan agar kamu menguasainya. Yuk, kenali 8 tipe wawancara yang dapat membantu kamu.   

 

Baca Juga:    5 Tips Interview Dengan Direksi Beserta Contoh Pertanyaannya  

 

#1 Wawancara Kerja Via Telepon  

Wawancara kerja melalui telepon seringkali menjadi langkah pertama dalam proses seleksi, dimana tujuannya adalah untuk menilai kemampuan kandidat dalam meyakinkan perekrut untuk melanjutkan wawancara face-to-face. Meskipun tidak bisa melihat ekspresi fisik, ini bukan alasan untuk meremehkan wawancara via telepon. Persiapkan dirimu dengan baik karena keuntungannya adalah perekrut tidak dapat melihat aktivitasmu. Manfaatkan kesempatan ini dengan persiapan yang matang, seperti menentukan poin-poin penting yang ingin kamu sampaikan dan mencatat pernyataan dari perekrut. Selain itu, pastikan untuk menghindari kesalahan teknis seperti telepon mati karena baterai habis, atau lingkungan yang terlalu bising. Selama wawancara, dengarkan dengan baik pertanyaan yang diajukan oleh perekrut dan berikan dirimu sedikit waktu untuk memikirkan jawaban yang tepat sebelum memberikan respons. Yang terpenting, jadilah pendengar yang baik dan tunjukkan ketertarikanmu pada proses ini.  

 

#2 Wawancara Kerja Face To Face  

Wawancara face-to-face adalah tahap lanjutan dalam proses seleksi di mana kandidat bertemu langsung dengan perekrut atau panel perekrut untuk membahas lebih dalam mengenai kualifikasi, pengalaman kerja, keahlian, dan potensi kandidat untuk posisi yang tersedia. Wawancara ini sering dilakukan setelah wawancara telepon atau tahap awal lainnya.  Selama wawancara face-to-face, interaksi antara kandidat dan perekrut menjadi lebih mendalam karena keduanya memiliki kesempatan untuk berkomunikasi secara langsung. Perekrut dapat menilai lebih lanjut kemampuan komunikasi, kepribadian, serta keterampilan interpersonal kandidat. Di sisi lain, kandidat dapat memperlihatkan sikap, ekspresi wajah, dan bahasa tubuh yang mungkin tidak terlihat dalam wawancara telepon.   

#3 Wawancara Kerja Secara Berkelompok  

Wawancara kerja berkelompok melibatkan beberapa kandidat yang melamar untuk posisi yang sama, bekerja bersama dalam situasi yang menuntut kolaborasi dan kemampuan tim. Tujuannya adalah mengevaluasi keterampilan interpersonal, kepemimpinan, dan kemampuan beradaptasi kandidat. Prosedur ini memungkinkan perekrut untuk melihat respons kandidat terhadap tekanan dan interaksi sosial. Secara keseluruhan, wawancara ini memberikan kesempatan bagi perekrut untuk menilai kandidat dari berbagai sudut pandang, sementara memberikan kesempatan kepada kandidat untuk menonjolkan kemampuan dan kepribadian mereka.  

#4 Wawancara Kerja One On One  

Wawancara kerja one-on-one adalah pertemuan langsung antara seorang kandidat dan pewawancara untuk membahas detail kualifikasi, pengalaman kerja, dan potensi kandidat untuk posisi yang dilamar. Ini memungkinkan pertukaran informasi yang lebih mendalam, memungkinkan kandidat untuk menunjukkan kemampuan komunikasi mereka, dan memungkinkan pewawancara untuk menilai kepribadian dan motivasi kandidat secara langsung. Keuntungan utamanya adalah terciptanya ruang yang intim untuk interaksi, yang memungkinkan kandidat merasa lebih nyaman dan terbuka, sementara pewawancara dapat mengevaluasi kandidat dengan lebih akurat.  

Baca juga:    25+ Pertanyaan Interview, Lengkap dengan Tips dan Trik Menjawabnya  

#5 Wawancara Kerja Kompetensi  

Wawancara berbasis kompetensi menilai keterampilan dan kompetensi seorang kandidat. Biasanya ini menguji keterampilan tertentu yang terkait dengan posisi, seperti menilai keterampilan kepemimpinan dan komunikasi untuk posisi manajemen. Wawancara berbasis kompetensi dapat mirip dengan wawancara perilaku karena perekrut dapat menggabungkannya dengan jenis wawancara lain dan mungkin termasuk pertanyaan tentang bagaimana kamu menangani situasi di masa lalu. Perbedaan utamanya adalah bahwa wawancara perilaku mencari pola perilaku, sementara wawancara berbasis kompetensi mencari bukti dari keterampilan yang kamu miliki.  

#6 Wawancara Kerja Panel  

Wawancara panel melibatkan sekelompok pewawancara yang bertanya kepada seorang kandidat secara bersamaan. Panel dapat terdiri dari sekelompok kecil sekitar tiga hingga lima pewawancara atau sekelompok yang lebih besar. Biasanya, pewawancara bergantian mengajukan pertanyaan kepada kandidat, baik dari daftar pertanyaan yang sudah disiapkan sebelumnya atau terinspirasi dari jawaban kandidat. Jika panel melibatkan banyak orang, maka beberapa pewawancara mungkin hanya mengamati tanpa berpartisipasi dalam proses tanya jawab.  

#7 Wawancara Kerja Studi Kasus  

Wawancara kerja studi kasus mengharuskan seorang kandidat untuk mempelajari situasi bisnis hipotetis dan memberikan solusi seolah-olah mereka sedang memberikan konsultasi pada kasus tersebut. Wawancara semacam ini paling umum untuk posisi di bidang perbankan investasi, teknologi, dan konsultan manajemen. Hal ini merupakan uji keterampilan seorang kandidat, seperti kemampuan memecahkan masalah dan berpikir analitis. Selama jenis wawancara ini, kamu diberi serangkaian instruksi untuk ditinjau dan mungkin diberi waktu tertentu untuk menyampaikan solusi yang kamu pikirkan.  

#8 Wawancara Kerja Makan Siang  

Wawancara makan siang, atau wawancara di restoran, berlangsung saat pewawancara dan kandidat makan bersama di restoran. Waktu makan siang adalah waktu yang paling umum untuk jenis wawancara ini, tetapi pewawancara mungkin mengundang kamu untuk sarapan atau makan malam sebagai gantinya. Wawancara ini biasanya kurang terstruktur daripada wawancara tradisional dan lebih berfungsi sebagai percakapan, meskipun pewawancara kemungkinan masih memiliki pertanyaan khusus untuk kamu. Selain tertarik pada jawabanmu terhadap pertanyaan mereka, pewawancara juga mungkin memperhatikan bagaimana kamu berinteraksi dengan tuan rumah dan staf pelayan.  

Tertarik belajar mengenai Human Resource?   

Jika kamu memiliki ketertarikan untuk berkarir dalam bidang HR dan tertarik untuk belajar lebih dalam mengenai bidang ini, kamu bisa mengikuti program  Bootcamp Human Resources dari Harisenin  . Atau jika kamu ingin bertanya-tanya dulu, kamu boleh tanya Minse di  Career Support  atau  DM Minse  di Instagram ya!      

Hani Subakti

Hani Subakti

Seorang mahasiswa Ilmu Komunikasi di Universitas Pembangunan Jaya. Saya memiliki minat yang besar di dunia pemasaran, saya menemukan kegembiraan dalam seni membuat konten persuasif dan efektif untuk mencapai audiens. Saya percaya bahwa setiap kata memiliki kekuatan untuk membangun, mengubah, dan menyentuh hati pembaca.