Website

Search

Jangan Keliru, ini Perbedaan Rekrutmen vs Talent Acquisition

Jangan Keliru, ini Perbedaan Rekrutmen vs Talent Acquisition

Sebelum bekerja di sebuah perusahaan para  job seekers  diharuskan melalui beberapa tahapan. Dalam proses tersebut terdapat beberapa istilah yang sering membuat bingung, seperti Rekrutmen dan  Talent Acquisition  

 

Istilah tersebut sering digunakan secara bergantian dalam dunia  Human Resource . Namun, terdapat perbedaan diantara keduanya. Oleh karena itu, pada artikel kali ini Harisenin akan menjelaskan perbedaan Rekrutmen dan  Talent Acquisition . Simak selengkapnya disini!   

Apa Itu Rekrutmen?   

Rekrutmen adalah proses mencari, mengevaluasi, menemukan dan merekrut kandidat yang terkualifikasi guna mengisi lowongan pekerjaan dalam sebuah perusahaan atau organisasi. Memiliki beberapa tahapan yang diantaranya,  screening, selecting , dan  hiring . Dimana kandidat yang cocok akan dipekerjakan pada peran tertentu.   

 

Dari penjelasan tersebut dapat dipahami bahwa rekrutmen adalah dasar dari perekrutan karyawan. Tujuannya memenuhi kebutuhan perusahaan dalam mendapatkan karyawan untuk dipekerjakan di posisi yang tersedia.   

 

Memiliki  recruiter internal dalam suatu perusahaan dapat menguntungkan. Sebab, dengan adanya hal ini bisa menyederhanakan proses perekrutan, dapat menilai kandidat dengan cara yang lebih baik, lalu melihat apakah cocok secara budaya dengan perusahaan.   

 

Apa itu Talent Acquisition?   

YAAeLcd5Iw4_Tu0z1siNG-gMZpA8zu9wgl7iTh4whMnjo6rX5goaUslFmKq-vO3slGfq_tN6ZZdsVgDhDdkJkmBGNjkUhPHngk4XgZkefldv1UC9H3Tfl7yukl_BA5PjzbI1i4wKKdBFLCSFdsNdj9g
Source: pexels.com  

Talent Acquisition adalah strategi jangka panjang untuk mendapatkan talenta-talenta terbaik guna membantu mengembangkan bisnis yang sedang dijalani. Ini berfokus untuk menemukan eksekutif, leader , dan  manager  untuk keahlian khusus.   

 

Adanya hal ini, sangat penting dalam mencapai tujuan bisnis. Tim akan mengidentifikasi dan memeriksa kandidat yang tepat untuk menempati posisi-posisi teratas di masa yang akan datang.  
 

Perusahaan juga akan lebih menghemat waktu dan biaya. Hal ini dikarenakan, perusahaan akan mempekerjakan talenta-talenta yang tepat dimana tidak akan mengganggu produktivitas.    
 

Talent Acquisition job description juga meliputi perencanaan perekrutan, segmentasi, manajemen kandidat,  employer branding , analisis serta matriks.   

 

Perbedaan Talent Acquisition dan Rekrutmen  

Contoh CV Digital Marketing
Source: pexels.com  


Berdasarkan penjelasan diatas dapat dipahami bahwa rekrutmen merupakan bagian dari  talent acquisition . Dimana rekrutmen adalah proses menerima kandidat untuk mengisi posisi kosong di perusahaan.   

 

Sedangkan,  talent acquisition adalah strategi yang digunakan dalam  Human Resource  guna memperoleh kandidat dengan talenta-talenta terbaik yang akan mengisi posisi-posisi atas nantinya.   

 

Kedua istilah tersebut bisa dikatakan serupa tapi tak sama. Untuk memahaminya terdapat beberapa hal yang membedakan. Berikut lima hal tersebut:   

 

#1. Brand Image  

Pada strategi  Talent Acquisition , tim akan melakukan  brand image  sehingga perusahaan bisa lebih dikenal oleh para kandidat. Kegiatan ini akan menciptakan citra perusahaan menjadi positif baik pada segi  work culture  maupun lingkungan sehingga kandidat tertarik pada perusahaan.     
 

Brand Image  seperti itu pastinya tidak ada pada proses rekrutmen. Sebab, tujuan utama dari rekrutmen adalah untuk menjaring kandidat pada posisi yang dibutuhkan. Adanya  brand image ini karena perusahaan berharap para kandidat akan tertarik untuk melamar diperusahaan mereka.   

#2. Tujuan     
Kedua hal tersebut mempunyai tujuan yang sama yakni, mencari kandidat yang tepat untuk mengisi posisi yang ada pada perusahaan. Perbedaannya hanya pada jangka waktu yang dibutuhkan.   

Rekrutmen adalah berfokus pada kualitas kandidat yang perusahaan butuhkan di waktu jangka pendek. Sedangkan,  talent acquisition adalah berfokus secara menyeluruh karena tim memiliki rencana masa depan bagi kandidat tersebut.   

 

Talent Acquisition job description tidak bisa dilakukan sembarangan karena prinsipnya mencari kandidat terbaik yang akan dikaderisasi untuk menjadi calon pengisi posisi tertinggi.  

 

#3. Reaktif vs Proaktif  

Rekrutmen adalah sebuah proses reaktif  yang artinya, disaat perusahaan membutuhkan orang tim akan membantu mencarikan sehingga posisi yang kosong akan segera terisi. Sementara,  Talent Acquisition adalah proses proaktif dan juga berkelanjutan.   

 

Tim mempunyai database kandidat terbaik yang visi dan misi nya sama dengan perusahaan. Jadi, jika suatu saat nanti ada karyawan yang  resign , dengan mudah tim bisa menghubungi kandidat yang sesuai untuk posisi yang baru saja ditinggalkan.   

 

#4. Segmentasi   

Talent Acquisition  memiliki segmentasi yang luas, dimana mereka mencari bakat bagi siapa saja yang sedang mencari pekerjaan maupun yang tidak (pasif). Rekrutmen cenderung memiliki segmentasi yang sempit, yakni mencari kandidat yang sedang aktif mencari pekerjaan dan kesempatan baru.   

 

Perlunya identifikasi lebih lanjut terkait strategi perekrutan yang dibutuhkan perusahaan karena akan berhubungan dengan jenis pendekatan yang dilakukan.   

 

#5. Pertumbuhan Bisnis   

Pertumbuhan bisnis berkaitan erat dengan perekrutan calon karyawan. Apabila bisnis berkembang dengan baik akan menciptakan lingkungan yang nyaman, karyawan menjadi betah, dan angka resign  pada perusahaan merendah. Dimana semua hal tersebut menjadikan image perusahaan menjadi lebih baik.   

 

Banyaknya kandidat yang tertarik untuk melamar memudahkan tim  Talent Acquisition menjaring talenta-talenta terbaik. Jika perusahaan memiliki  brand image  yang kurang baik pertumbuhan bisnis nya akan berkurang dan angka turnover  meninggi. Namun, biasanya perusahaan hanya akan menerapkan rekrutmen untuk menjaring kandidat agar mengisi posisi yang ditinggalkan.   

Perbedaan Peran Talent Acquisition dan Recruiter    

Q_u6n4FOcQCM7vbdrSY12vIOw5P3Fptl0BjeGxTaKUmOhcgl7KoYWtC2_FvJZ-CNzACJbhVpV2KlhpDGPw1Ty38D8l_KcS8gM25LJdTgYf7kVWUdoXZP4_9xA1lI5AULv4bahSeGH5ZezWeMc1Xq8l4
Source: pexels.com  

Perbedaan definisi menjadikan keduanya memiliki peran yang berbeda juga.  Recruiter merupakan salah satu posisi di dunia  Human Resource yang cukup populer.   

 

Seorang  Recruiter  ditujukan pada orang yang melakukan proses rekrutmen untuk perusahaan. Melansir dari  The Muse recruiter adalah karyawan dari perusahaan yang sedang melakukan rekrutmen. Memiliki lebih banyak informasi mengenai lowongan posisi serta informasi lain tentang perusahaan.   

 

Recruiter mengelola seluruh siklus perekrutan mulai dari menulis  job description  hingga memfasilitasi penawaran pekerjaan. Melansir dari  aihr.com tugas umum seorang recruiter antara lain sebagai berikut:   

 

  • Mengembangkan tujuan perekrutan sejalan dengan tujuan perusahaan   
  • Bekerja sama dengan hiring managers tentang kebutuhan dan preferensi kandidat, khususnya dalam segi tanggung jawab, KPI, objektivitas kinerja serta keterampilan yang dibutuhkan  
  • Mencoba teknik perekrutan berbeda untuk menarik kandidat seperti menggunakan  social media, job boards, paid advertising , atau menghadiri  network  dan  career events  
  • Melakukan  background check dan referensi  
  • Mengkoordinasikan Interview   
  • Menyiapkan tawaran pekerjaan   
  • Mengelola proses orientasi bagi karyawan baru   
  • Mengevaluasi proses rekrutmen untuk memeriksa kalau ada hambatan dan segera mengatasi nya   
  • Memastikan KPI rekrutmen terpenuhi  

Sementara  Talent Acquisition bertanggung jawab dalam mengidentifikasi, mengakuisisi, menilai hingga akhirnya merekrut karyawan menyesuaikan dengan posisi yang karyawan butuhkan. Seperti yang dilansir dari  aihr.com tugas umumnya meliputi beberapa hal berikut:   

 

  • Menganalisis kebutuhan staf saat ini dan masa depan  
  • Mendesain dan menerapkan  employers branding serta rekrutmen marketing guna menarik talenta-talenta terbaik  
  • Mengembangkan rencana dan strategi   
  • Menjalankan program employee referral   
  • Mempelajari proses dalam  talent acquisition untuk menemukan hambatan dan cara mengatasinya  
  • Melakukan evaluasi kepuasan kandidat   
  • Mereview pengalaman kandidat untuk menemukan cara meningkatkannya  
  • Menggunakan cara berbeda untuk mencari karyawan yang akan ditempatkan pada posisi  hard-to-fill .    

Recruiter dan  Talent Acquisition sama-sama bertanggung jawab untuk menjaring karyawan pada posisi yang sedang dibuka. Jika perusahaan kekurangan pekerja, sistem rekrutmen bisa menjadi pilihan karena proses nya yang cepat.   

 

Namun, jika ingin mendapatkan kandidat yang unggul, mengadopsi strategi  Talent Acquisition akan membantu perusahaan jauh lebih maju.   

 

Sekian ulasan tentang perbedaan Rekrutmen dan  Talent Acquisition yang harisenin sudah rangkum.   

 

Nah, setelah mengetahui perbedaan antara Rekrutmen dan  Talent Acquisition apakah kalian tertarik untuk belajar di dunia  Human Resource lebih lanjut?  

Jika ingin tahu lebih banyak, yuk simak  Cerita Jevicha: Impian Menjadi Talent Acquisition disini!    atau bisa tanya langsung ke  Career Support  atau DM Minse di Instagram.   

Shania Aliyya

Shania Aliyya