Website

Search

Begini! Cara Membuat Konten yang Menarik

Begini! Cara Membuat Konten yang Menarik

Hai Risers, berkembangnya teknologi digital saat ini persaingan bisnis menuntut kita untuk lebih kreatif dengan membuat konten bisnis yang menarik. Konten untuk bisnis tidak bisa dirancang tanpa persiapan dan perencanaan yang baik. Sehingga membutuhkan kemampuan dan tahapan khusus agar konten yang diproduksi dapat menarik minat audiens. Walaupun begitu, kita tetap bisa mempelajari dan menguasai kemampuan ini untuk mengembangkan bisnis kita

Menarik kan? Pelajari cara membuat konten bisnis yang menarik disini!

1. Tetapkan Tujuan Membuat Konten

Tujuan konten<br />
 

Source: Pexels

Cara membuat konten bisnis yang menarik diawali dari menetapkan tujuan yang ingin dicapai. Tujuan ini dibutuhkan agar kita dapat merancang konsep jenis konten apa yang harus diproduksi. Sehingga, keberhasilan konten dapat diukur dan diperkirakan dengan baik

 

Dalam konten bisnis, ada beberapa tujuan yang paling umum digunakan saat memproduksi konten bisnis seperti relationship building atau membangun hubungan yang dekat dengan konsumen secara aktif, brand building, promotion atau mempromosikan produk yang akan dijual, publicity atau membagikan informasi yang dibutuhkan kepada konsumen, dan market research atau melakukan pembelajaran perilaku konsumen dan memperkirakan kompetitor

Dengan menetapkan tujuan pembuatan konten, kita juga dapat menentukan jenis aktivitas yang ingin dilakukan dalam akun media sosial. Beberapa aktivitas tersebut seperti maintenance atau membangun interaksi dan citra media sosial di tengah konsumen, endorsement atau melakukan promosi, dan activation atau merancang kegiatan dan aktivitas yang unik dan kreatif

2. Melakukan Riset Konten, Audiens, dan Tren

Riset konten
 

Source: Unsplash

Selanjutnya, dengan melakukan berbagai riset yang dibutuhkan dalam membuat konten. Riset tersebut dilakukan kepada jenis konten, target audiens, dan tren media sosial yang sedang terjadi. Riset jenis konten dibutuhkan untuk memilih jenis konten yang akan diproduksi. Ada beberapa konten bisnis yang dapat dilakukan. Menurut Zenbusiness, jenis konten tersebut adalah konten kreasi atau konten yang dirancang dari awal hingga diproduksi secara mandiri, konten kurasi atau konten yang dibuat oleh orang lain dan disebarkan oleh kita, dan konten kurasi kreatif yang dibuat oleh kita berdasarkan konten yang sudah dibuat sebelumnya oleh orang lain

Riset target audiens dilakukan dengan mengamati perilaku konsumen, demografi konsumen, dan nilai budaya konsumen. Hal ini penting untuk dilakukan agar konten yang diproduksi relevan dengan target audiens. Dan riset tren dapat melihat berbagai hal yang populer saat produksi konten dan hal yang disukai oleh konsumen

3. Gunakan Kreativitas dan Kredibilitas dalam Merancang Kontenyang Menarik

Kreativitas konten
 

Source: Unsplash

Setelah mengetahui konten apa yang akan diproduksi, kita perlu melakukan proses perencanaan dan produksi konten. Proses ini menjadi titik utama yang akan menentukan peluang keberhasilan konten di tengah masyarakat. Karena menjadi titik utama, sebaiknya kita menggunakan kreativitas dan kredibilitas semaksimal mungkin ya!

Kreativitas yang dapat dikembangkan dalam produksi konten meliputi strategi copywriting, nilai perspektif baru, dan improvisasi yang unik. Ketiga nilai tersebut dapat menjadi nilai tambah dan keunggulan dari konten bisnis yang sedang dirancang jika dibandingkan dengan konten bisnis dari kompetitor. Selain itu, dengan kreativitas konten kita akan mudah dikenali oleh audiens

Sedangkan, kredibilitas adalah nilai kepercayaan dan akuratnya info yang akan disampaikan. Kredibilitas terutama sangat dibutuhkan jika kita ingin membuat konten bisnis yang bertujuan memberi informasi kepada audiens. Pastikan kita selalu memilih sumber informasi yang akurat, sehingga dapat menghindari kemungkinan menurunnya reputasi perusahaan atau suatu bisnis

4. Pertimbangkan Penyebaran Konten Bisnis yang Menarik

Penyebaran konten
 

Source: Pexels

Mempertimbangkan bagaimana konten bisnis kita dapat disebarkan dengan baik kepada audiens. Tentunya, konten yang sudah kita kemas secara menarik tidak akan berhasil jika tidak diiringi dengan penyebaran konten tersebut kepada audiens

Penyebaran konten dapat disesuaikan dengan bagaimana karakteristik target audiens yang ingin dijangkau. Misalnya, jika target audiens kita adalah anak muda, maka kita dapat melakukan penyebaran konten melalui jenis media sosial yang paling banyak digunakan anak muda saat ini

Penyebaran konten juga perlu memperhatikan strategi yang menarik. Kita bisa menyebarkan konten bisnis di media sosial dengan kalimat-kalimat ajakan yang unik, kalimat percakapan, atau juga challenge yang akan menarik audiens. Tentunya juga memperhatikan target audiens yang ingin dijangkau oleh bisnis kita

5. Lakukan Evaluasi Konten Bisnis Kita

Evaluasi konten
 

Source: Unsplash

Evaluasi perlu dilakukan setelah kita telah selesai merancang, memproduksi dan menyebarkan konten bisnis kepada masyarakat. Dan kita dapat mengukur tingkat keberhasilan, kekurangan dan hal yang dapat kita tingkatkan pada konten bisnis selanjutnya. Evaluasi dapat dilakukan secara internal dan juga eksternal

Serta, evaluasi internal dilakukan kepada diri kita dan hasil konten yang sudah diproduksi. Kita dapat melakukan review ulang bagaimana kesalahan dan kekurangan selama proses membuat konten bisnis yang menarik. Sedangkan evaluasi eksternal dapat dilakukan dengan melihat bagaimana tanggapan audiens atau pihak luar yang telah melihat dan menerima informasi konten kita. Evaluasi eksternal dapat dilakukan dengan menggunakan angket ataupun survey penilaian

Dengan melakukan evaluasi, kita juga dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kita dalam produksi konten bisnis yang menarik. Sehingga, konten selanjutnya akan semakin lebih baik di berbagai aspek dan dapat meraih kesuksesan bisnis