Bahasa:

Search

Tugas dan Fungsi HRD Pada Start-up, Divisi Paling Penting Pada Perusahaan

  • Share this:
Tugas dan Fungsi HRD Pada Start-up, Divisi Paling Penting Pada Perusahaan

HRD atau  Human Resource Development  adalah divisi yang selalu ada pada sebuah perusahaan  Start - Up atau Korporat. HRD memiliki tugas dan fungsi yang sangat penting untuk kemajuan perusahaan dalam pengelolaan sumber daya manusia.        

Karena itu, tugas dari HRD biasanya selalu berkaitan dengan kesejahteraan karyawan. Jadi, divisi ini menjadi divisi terdepan dalam berhubungan dengan karyawan serta memahami kebijakan perusahaan.        

Risers, kali ini Harisenin akan membagikan tugas dan fungsi HRD pada start-up maupun perusahaan korporat. Sebelum itu, kamu harus tahu dulu apa sih HRD atau  Human Resource Development  itu.       

  

Apa itu HRD atau Human Resource Development ?        

Divisi Human Resource Department
Ilustrasi HRD/unsplash.com

HR ( Human Resource ) sering disebut juga sebagai HRD ( Human Resource Development ). HRD tidak hanya menjadi garis depan perusahaan dalam berhubungan dengan karyawan, tapi juga divisi yang membantu karyawan untuk berkembang.        

Mulai dari mengembangkan keterampilan, pengetahuan mereka di bidang pekerjaan dan kemampuan pribadi setiap karyawan.        

Pengembangan SDM yang dilakukan HRD sangat penting. Karena, divisi ini berfokus pada kemajuan perusahaan lewat pengembangan karyawan.        

HRD akan melakukan segala upaya seperti pelatihan karyawan mereka, memberikan bonus, mendaftarkan karyawan pada sebuah pelatihan  bootcamp dan sejenisnya untuk investasi karyawan di masa depan.        

Tanpa HRD, kemungkinan besar karyawan yang direkrut atau yang sudah ada akan  stuck atau tidak berkembang sama sekali.        

Oleh karena itu, keberadaan HR sangat penting bagi suatu  startup  atau perusahaan. Mereka akan melaksanakan tugas dan fungsi HR untuk memastikan kebutuhan individu dan perusahaan bertemu.        

Sehingga, karyawan senang dan perusahaan juga tenang.        

 

Apa manfaat keberadaan HRD pada sebuah S tart-up atau korporat?        

Karena berkaitan dengan pengembangan produktivitas dan keterampilan karyawan, tentu saja HRD menjadi divisi yang wajib ada pada sebuah perusahaan. Dilansir dari  Mekari , terdapat beberapa manfaat divisi HRD, yaitu:        

  • Pengembangan keterampilan, sikap dan pengetahuan baru        
  • Menambah kepercayaan dan rasa hormat        
  • Meningkatkan komitmen dalam bekerja        
  • Peningkatan penerimaan terhadap perubahan dunia kerja, karena karyawan dibekali dengan kemampuan  problem solving        
  • Meningkatkan semangat tim dan pertumbuhan karir karyawan secara keseluruhan        
  • Budaya kerja dalam perusahaan lebih efektif dan efisien        
  • Menambah tingkat partisipasi karyawan        
  • Pengambilan keputusan terkait kebijakan dan program karyawan jadi lebih efektif        

Nah, sekarang kamu sudah tau kan manfaat dari HRD? Sekarang, sebelum masuk ke tugas dari HRD, kamu harus tau nih apa saja fungsi HRD pada start-up atau korporat.        

 

Fungsi  Human Resource Department pada  start-up atau korporat        

 

Rapat Human Resource Department
ilustrasi fungsi HR/unsplash.com        

1. Penilaian kinerja        

Fungsi HRD yang satu ini mungkin kamu sudah tau yaa. Hal ini diperlukan oleh HRD untuk menilai efisiensi kerja karyawan sebagaimana tercermin dalam sikap dan kinerja mereka.        

Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah karyawan yang bekerja pada perusahaan sudah memenuhi standar kerja atau OKR ( Objective Key Result ) berdasarkan standar kerja yang diberlakukan perusahaan.        

2. Pelatihan karyawan        

HRD memiliki fungsi untuk melakukan pelatihan pada karyawan mereka agar memiliki keterampilan yang dibutuhkan oleh perusahaan.        

Pelatihan dalam hal ini adalah serangkaian tindakan yang memiliki tujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan karyawan untuk melakukan pekerjaan tertentu yang diberikan pada mereka.        

Hal ini berguna agar karyawan dapat bekerja dengan lebih efektif dan efisien.        

3. Perencanaan dan pengembangan karir        

Perencanaan karier disini maksudnya adalah fungsi HRD untuk membantu karyawan merencanakan karir mereka dalam hal persyaratan perusahaan.        

Jadi, seandainya kamu ingin menjadi  manager, maka HRD akan membantu kamu untuk merencanakan karir hingga ke tahap  manager pada perusahaan tersebut.        

Perencanaan dan pengembangan karir dilakukan sebagai bentuk kesempatan bagi karyawan agar mereka dapat berkembang.        

4. Perubahan dan pengembangan organisasi        

Fungsi HRD yang ini bisa dikatakan cukup kompleks karena berkaitan dengan proses pembangunan tim karyawan yang solid, pembagian tugas, pengembangan peran masing-masing karyawan dan lainnya.        

5. Keterlibatan dalam  quality circle        

Dilansir dari Mekari,  Quality Circle  adalah kelompok kerja karyawan dimana mereka dapat melakukan manajemen terhadap dirinya sendiri.        

Dengan keterlibatan HRD, karyawan dapat mempelajari keterampilan pengambilan keputusan dan pemecahan masalah dari satu sama lain tanpa ada supervisor yang mengatur dan memecahkan masalah mereka.        

6. Keterlibatan partisipasi karyawan dalam manajemen        

Dengan keterlibatan karyawan dalam manajemen, fungsi HRD akan semakin baik karena karyawan akan berbagi atau bertukar ide dalam proses pengambilan kebijakan perusahaan yang menguntungkan.        

Pengambilan keputusan bersama ini bisa membuat karyawan belajar cara bekerja sama, problem solving dan mengembangkan hubungan baik antara manajer dengan karyawan.        

Oleh karena itu, tugas HRD penting untuk dilaksanakan demi kemajuan perusahaan dan kemajuan pengembangan karyawan.        

 

Tugas Human Resource Department        

 

WK-sjT7eK73-M08c2fh9ooizjJ53ZpKuHpYxk8k7EkQx4Vb-1193YzsKB-BDnq0cDHYPf7wz7AKOwQb7n5PDue7Sn6ftYRUXmzz6OrPLxz7S_0ouxaiRnVAps_gKrbJqDnwbj8dHEXIKh5Ypf0oB6Trd9rpNeCHpNwr53rRVZ1nCaeKCQXVSIfy_Rw        

ilustrasi tugas HR/unsplash.com        

Setelah riser mengetahui fungsi-fungsi HRD maka kamu juga perlu tau nih tugas apa yang harus dilaksanakan jika kamu ingin bekerja sebagai HRD.        

1.The Chosen One        

Tugas HRD untuk mencari karyawan adalah untuk memenuhi kebutuhan perusahaan. Tentunya, harus ada syarat khusus yang memudahkan mereka dalam melakukan perekrutan.         

HRD harus bisa menganalisis pasar, berdiskusi dengan user tentang kandidat apa yang diinginkan serta melakukan proses penyaringan agar tidak ada karyawan yang justru merugikan perusahaan.        

Tugas ini bisa dibilang sangat krusial, karena kandidat yang salah dipilih oleh HRD akan membawa keterpurukan pada perusahaan. Namun, jika HRD pandai menyaring kandidat, perusahaan akan terus berkembang dan CEO pun senang.        

Dengan begini, karyawan mungkin akan merasa sebagai  the chosen one.        

2. The Mastermind        

Tugas HRD berikutnya adalah melakukan perencanaan, perencanaan ini bisa berupa perencanaan program kerja dan perencanaan tenaga kerja.        

Perencanaan program disini HRD bertugas untuk memilih karyawan mana yang tepat untuk melaksanakan program ini. Karena itu, HRD juga mesti memahami cara mengelola sumber daya manusia.        

Perencanaan tenaga kerja dilakukan untuk menyiapkan kebutuhan tenaga kerja di setiap divisi. Selain itu, bisa juga menunjuk pemimpin yang berpotensi untuk memimpin suatu divisi.       

3. The Money Giver        

Tugas HRD juga berkaitan dengan masalah gaji karyawan. Setiap mendekati waktu gajian atau akhir bulan. HRD harus menghitung masing-masing berapa besaran gaji yang diterima oleh karyawan.        

Perhitungan ini bisa dilihat dari absen, performa kerja dan sebagainya serta meliputi pajak karyawan dan iuran lain seperti BPJS.        

Selain itu, HRD juga bertugas mengurus pengeluaran yang berkaitan dengan pengeluaran karyawan yang menjadi tanggung jawab perusahaan seperti asuransi kesehatan dan sebagainya.        

Tugas gajian ini bisa dibilang sebagai tugas paling sulit yang harus dilakukan oleh divisi HRD.        

4. The Watcher        

HRD adalah  the watcher , maksudnya adalah mereka memperhatikan karyawan dan mengawasi karyawan mana yang memiliki kinerja baik dan buruk.        

Hal ini bertujuan untuk mengembangkan terus kemampuan karyawan yang berkinerja baik dan mengembalikan kinerja karyawan yang memiliki kinerja buruk. Namun, pekerjaan ini harus dilakukan dengan baik dan tegas.        

Misalnya, jika kamu melihat karyawan yang sering datang terlambat sehingga malah menghambat pekerjaan dari tim. Maka, sebagai HRD kamu dapat melakukan bimbingan konseling atau sekedar mengobrol untuk mengetahui alasan mereka datang terlambat.        

Dengan begini, karyawan akan merasa dipahami dan secara tidak langsung memberikan kesempatan pada karyawan untuk dapat menjadi lebih baik dan belajar dari kesalahan mereka.        

5. The Doctor        

Tugas HRD menjadi dokter berkaitan dengan kompensasi serta benefit yang didapatkan karyawan selama bekerja di perusahaan tersebut.        

Contoh, jika karyawan mengalami kecelakaan kerja, maka HRD akan memberikan kompensasi sesuai dengan kerugian yang dialami oleh karyawan.         

Selain itu, HRD juga bertugas untuk memberikan penjelasan apa keuntungan jika bekerja pada sebuah perusahaan. Dengan begini, seorang karyawan yang belum join tentu akan semakin bersemangat untuk bekerja.        

6. The Bumper        

HRD adalah bemper perusahaan. Maksudnya adalah HRD bertugas untuk menjadi garis depan jika ada seorang karyawan yang melakukan protes pada perusahaan.        

HRD harus menghadapi karyawan jenis ini dengan bijaksana agar tidak terjadi pergesekan hubungan baik antara atasan dengan bawahan.        

Oleh karena itu, HRD diutamakan berasal dari seorang yang mempelajari psikologi. Dengan begini, HRD akan tahu alasan-alasan karyawan kenapa protes dan dapat  melakukan mediasi dengan mereka.        

7. The Judge        

Tugas The Judge dilakukan oleh HRD dalam rangka memperbaiki kebijakan perusahaan yang mungkin sudah ketinggalan zaman.        

Perubahan ini dilakukan untuk menyesuaikan kebijakan perusahaan dengan keadaan-keadaan tertentu agar perusahaan dapat bertahan.       

Terkadang, kebijakan ini dilakukan atas reaksi terhadap suatu kejadian yang berpengaruh besar pada perusahaan.        

Contoh kecilnya adalah Covid-19. Perusahaan banyak melakukan kebijakan berupa WFH ( Work From Home)  guna mencegah penyebaran Covid-19.        

 

Pahami lebih dalam Tugas dan Fungsi Human Resource lewat Botcamp Harisenin       

Jika kamu ingin menjadi seorang HRD, maka kamu wajib untuk memahami tugas dan fungsi apa saja yang harus dilakukan oleh seorang HRD.         

Dengan memahami tugas dan fungsi tersebut kamu setidaknya memiliki gambaran bagaimana seru dan menantangnya pekerjaan sebagai HRD.        

Apalagi, jika kamu harus menghitung gaji karyawan, bermain dengan uang adalah hal yang cukup seru ya risers.        

Nah, biar makin dalam pemahaman kamu soal HRD, kamu bisa ikutan  bootcamp  yang diadakan oleh Harisenin nih.        

Dengan mengikuti  bootcamp  secara intensif, kamu bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan langsung bisa kerja sebagai HRD di sebuah perusahaan.        

Harisenin memiliki perusahaan mitra yang akan menyalurkan alumninya agar dapat langsung bekerja.        

Jadi, tunggu apalagi?        

Daftarkan diri kamu sekarang dan raih karir impian yang kamu mau!        

Bootcamp Human Resource Harisenin, Raih Karir Impian Yang Kamu Mau           


Rizki Ali Akbar

Rizki Ali Akbar