Website

Search

Tips Wawancara Kerja: Cara Menjawab Pertanyaan Interview Close-Ended Beserta Contohnya!

Tips Wawancara Kerja: Cara Menjawab Pertanyaan Interview Close-Ended Beserta Contohnya!

Pada wawancara kerja, seringkali kita menghadapi pertanyaan tertutup atau close-ended, yang sebenarnya hanya membutuhkan jawaban singkat seperti “ya” atau”tidak”. Walaupun terkesan mudah, tapi pertanyaan ini bisa jadi sangat menentukan hasil wawancara lho. Jawaban yang kurang tepat atau terlalu singkat bisa saja membuat kesan buruk pada pewawancara.

Nah, untuk pertanyaan jenis tertutup ini, sebenarnya kita tetap bisa memberikan penjelasan yang memperkuat jawaban kita sebelumnya, sehingga recruiter akan lebih memahami kita sebagai calon karyawan. Simak tips dan cara menjawab pertanyaan close-ended yang perlu dipahami supaya semakin lancar dalam menjawab pertanyaan wawancara kerja berikut ini!

Tips Menjawab Pertanyaan Close-Ended

  1. Dengarkan pertanyaan dengan baik  
    Penting untuk benar-benar mendengarkan pertanyaan yang diajukan dan memastikan bahwa kita memahaminya dengan baik. Jangan terburu-buru memberikan jawaban, tapi berikan sedikit waktu untuk memikirkan pertanyaan tersebut sebelum memberikan jawaban.  
     
  2. Berikan jawaban yang jelas  
    Sebagai pertanyaan yang membutuhkan jawaban singkat, kita tetap perlu memberikan jawaban yang jelas. Jangan terlalu berlebihan atau menjawab terlalu panjang, tapi pastikan jawaban kita cukup untuk memberikan informasi yang dibutuhkan oleh pewawancara.  
     
  3. Jangan takut memberikan jawaban tidak atau negatif  
    Beberapa pertanyaan tertutup mungkin akan meminta jawaban negatif seperti "Apakah Anda tidak memiliki pengalaman dalam hal ini". Jangan takut untuk memberikan jawaban negatif, tapi selalu berikan jawaban yang positif setelahnya seperti "Namun saya siap belajar dan mengembangkan kemampuan saya dalam hal tersebut".  
     
  4. Tambahkan sedikit penjelasan jika diperlukan  
    Meskipun pertanyaan tertutup hanya membutuhkan jawaban singkat, pewawancara mungkin saja ingin mendapatkan sedikit penjelasan dari jawaban tersebut. Jangan takut untuk memberikan sedikit penjelasan jika diperlukan, tapi pastikan jawabannya tetap singkat dan jelas.  
     
  5. Tunjukkan antusiasme saat menjawab  
    Meskipun pertanyaan-pertanyaan ini cenderung singkat dan sederhana, kita tetap perlu menunjukkan antusiasme dan energi positif dalam menjawab pertanyaan tersebut. Jangan terlihat malas atau kurang antusias dalam memberikan jawaban, tapi jangan juga terlihat terlalu berlebihan. Tunjukkan sikap yang positif dan ramah pada setiap kesempatan yang diberikan.  
     
  6. Latihan menjawab pertanyaan tertutup  
    Sebelum wawancara kerja, sebaiknya latihan menjawab pertanyaan tertutup dengan seorang teman atau bisa juga dengan merekam diri sendiri supaya semakin baik dalam menjawab pertanyaan wawancara.

Baca Juga: Cara Menjawab Interview: Mengapa Anda Ingin Bekerja di Perusahaan Kami?

Cari tau apa saja yang harus kamu persiapkan untuk interview kerja? Langsung tonton video berikut untuk bantu kamu mempersiapkan jawaban dari pertanyaan interview kerja. 

Contoh Pertanyaan Close-Ended dan Jawabannya

  1. Berapa tahun pengalaman yang kamu miliki?  
    Pertanyaan ini termasuk paling umum ditanyakan pada saat wawancara. Jawaban kita dapat membantu recruiter untuk menentukan apakah kita masih pemula atau sudah memiliki pengalaman yang cukup untuk memenuhi posisi yang lebih tinggi. Selain itu, jawabannya juga akan membuat recruiter yakin dengan kemampuan kita jika mereka memutuskan untuk memperkerjakan kita.  

    Contoh jawaban: “Saya memiliki dua tahun pengalaman yang relevan dengan posisi ini. Dalam dua tahun tersebut, saya telah menjalankan banyak peran yang memberikan saya pandangan yang lebih komprehensif tentang cara kerja di industri ini. Saya berharap dapat belajar lebih banyak lagi di posisi yang baru.”  
     
  2. Apakah kamu memiliki pengalaman dalam bekerja secara remote?  
    Seiring dengan kemajuan teknologi dan perusahaan yang mencari cara untuk mengurangi biaya, kita mungkin memiliki kesempatan untuk bekerja dari rumah secara remote. Mungkin sudah banyak perusahaan yang mendukung jadwal kerja fleksibel. Dalam hal ini, recruiter ingin memastikan bahwa kita memiliki pengalaman bekerja dari jarak jauh dan mereka dapat mengandalkan kita untuk menyelesaikan tugas sesuai jadwal dan berkomunikasi dengan baik dengan tim.  

    Contoh jawaban: “Saya memiliki pengalaman bekerja secara remote. Dalam peran saya sebelumnya sebagai desainer grafis, perusahaan saya beroperasi sepenuhnya secara online, jadi saya harus berkomunikasi dengan tim saya melalui platform dan alat bantu online serta bekerja sama untuk menyelesaikan proyek. Saya memiliki pengalaman bekerja dari jarak jauh untuk berkolaborasi dengan tim saya, menghadiri pelatihan, memberikan presentasi, dan melakukan presentasi kepada calon klien."  
     
  3. Apakah kamu lebih memiliki bekerja dengan tim atau seorang diri?  
    Pertanyaan ini cukup umum ditanyakan dalam rangka menemukan posisi yang mengharuskan kita bekerja dengan tim maupun secara individu, tergantung dari proyek dan tanggung jawab yang diberikan. Recruiter ingin mengetahui apakah kita merasa nyaman dalam melakukan keduanya. Atau mungkin saja mereka memberikan pertanyaan ini untuk memastikan kita apakah masih bisa berkembang pada lingkungan kerja yang menuntut lebih banyak pekerjaan mandiri ataupun sebaliknya.  

    Contoh jawaban: “Saya lebih suka bekerja dengan tim. Menurut saya, berkolaborasi dengan rekan kerja menguntungkan semua orang, dan saya senang bekerja untuk mencapai tujuan bersama. Namun, ada beberapa tugas dan proyek tertentu yang lebih suka saya kerjakan secara mandiri. Ada kalanya saya memerlukan saat-saat tenang yang saya miliki untuk mengerjakan pekerjaan tanpa gangguan agar selesai dengan efisien.  
     
  4. Apakah kamu dapat memotivasi diri sendiri?  
    Terkadang recruiter menanyakan tentang hal ini jika budaya bekerja perusahaan adalah budaya yang mempercayai timnya untuk bekerja tanpa pengawasan yang ketat. Menjadi self-motivated merupakan hal yang penting agar kita bisa menyelesaikan pekerjaan tanpa harus diingatkan terus menerus.  

    Contoh jawaban: “Bisa dibilang saya adalah seorang motivator diri. Jika manajer memberi saya tugas untuk diselesaikan atau memberikan serangkaian tanggung jawab, saya yakin mereka tidak perlu memonitor saya terlalu ketat. Saya rasa saya melakukan pekerjaan dengan baik untuk membuktikan bahwa saya memiliki etos kerja yang kuat dan tim saya pun dapat mengandalkan saya.  
     
  5. Apa kamu pernah membawa pekerjaan ke rumah?  
    Bagi sebagian perusahaan, penting untuk karyawan memiliki keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi mereka. Meskipun ada kalanya seorang manajer meminta karyawannya untuk bekerja lembur menyelesaikan sebuah proyek, mereka mungkin tetap akan meminimalkan stres di tempat kerja. Namun, jangan hanya memberikan jawaban ya atau tidak, tapi juga jelaskan sikap kita untuk mau terus bekerja di luar jam kerja normal.  

    Contoh jawaban: “Saya berusaha untuk tidak membawa pulang pekerjaan ke rumah, namun saya pernah berada dalam situasi di mana bekerja lembur akan sangat bermanfaat bagi tim saya, sehingga saya menyelesaikan pekerjaan setelah jam kerja normal. Dalam situasi tertentu, termasuk jika manajer memintanya, saya akan membawa pulang pekerjaan ke rumah, tetapi saya berusaha untuk tetap seimbang antara pekerjaan dan kehidupan pribadi karena menurut saya itu adalah kunci utama kesuksesan. Dengan keseimbangan kehidupan kerja yang baik, saya menjadi lebih bahagia, lebih kreatif, dan dapat berkomunikasi dengan lebih baik."  
     
  6. Apa mata pelajaran favoritmu saat kuliah/sekolah dulu?  
    Terutama untuk fresh graduate, recruiter biasanya akan bertanya tentang kelas atau mata kuliah favorit untuk memahami lebih jauh tentang kelebihan dan minat kita. Recruiter akan berharap bahwa kelas yang kita minati berhubungan dengan posisi yang dilamar.  

    Contoh jawaban: “Kelas yang paling saya sukai selama kuliah adalah kelas analisis zat kimia. Secara khusus, saya cukup berkembang di kelas kimia organik. Saya menyukai proses penelitian di laboratorium. Saya juga menjabat sebagai asisten lab selama satu tahun dan membantu mahasiswa baru dengan tugas lab kimia mereka. Ketertarikan saya di bidang pekerjaan lab dan eksplorasi ilmiah merupakan alasan besar mengapa saya bersemangat untuk berkarir di bidang farmasi.”

Baca Juga: 12 Tips Interview Bahasa Inggris Beserta Contohnya!

Dengan memperhatikan tips-tips dan contoh di atas, kita dapat meningkatkan kemampuan dalam menjawab pertanyaan tertutup pada wawancara kerja. Ingatlah bahwa setiap kesempatan yang diberikan harus dimanfaatkan dengan baik untuk memberikan kesan yang baik pada recruiter dan meningkatkan peluang untuk mendapatkan pekerjaan yang diinginkan.

Nah jika ingin lebih menguasai cara menjawab pertanyaan saat wawancara kerja, video course dari Harisenin berikut ini bisa banget nih bantu dalam mempersiapkan wawancara. Kamu bisa pilih Persiapan Wawancara Kerja dalam Bahasa Inggris bagi Profesional ataupun Menyusun CV dan Menghadapi Wawancara Kerja untuk Profesional supaya makin siap menghadapi tantangan mencari kerja. Cari tahu langsung di website Harisenin atau bisa tanya-tanya dulu ke Career Support ya!  
 

Iqbal Rifaldi

Iqbal Rifaldi

Orang yang suka nulis konten, dan ngulik-ngulik. Lulusan akuntansi yang beralih profesi. 

Follow me on Instagram if you want to read another content >> click this link