Bahasa:

Search

Memanfaatkan Konten Viral, Seberapa Efektif?

  • Share this:
Memanfaatkan Konten Viral, Seberapa Efektif?

Halo, Risers! Saat ini, sedang banyak konten-konten yang cepat viral di media sosial, begitupun jenis dan macamnya yang berbeda, hal ini bisa menarik perhatian bagi para kalangan netizen, apakah kamu salah satunya? Namun tidak bagi seorang marketing, rasanya sebuah konten viral sudah menjadi sebuah hal yang wajar untuk dimanfaatkan demi tujuan pemasaran, loh. Kecepatan sebuah konten viral untuk tersebar secara luas tentu menjadi hal yang menggiurkan bagi para marketer , terutama dalam hal mencapai tujuan brand awareness sebuah bisnis.        

Namun pertanyaannya, apakah penggunaan konten viral ini akan selamanya efektif? Akankah konten akan selalu viral setiap saat? Bagaimana keuntungan konten viral dari segi marketing?

Konten yang digunakan sebagai teknik marketing dapat dilakukan dengan memanfaatkan isu yang sedang ramai, atau bisa dikenal dengan istilah riding the wave. Kalimat ini mema ng sudah tidak terlalu asing lagi, sudah umum didengar bagi kalangan marketer. Melalu metode ini, maka tidak akan butuh waktu lama saat sebuah konten yang sedang hangat akan tersebar di media sosial dalam berbagai bentuk dan versi.          

Salah satu yang bisa menjadi contoh yakni adegan viral dari serial Layangan Putus. Gambar maupun video yangviral nan ikonik dari pemerannya telah menjadi perbincangan publik sejak penayangan pertamanya. Bahkan, konten tersebut bertahan selama beberapa waktu di media sosial dalam bentuk remake yang bermacam-macam. Banyak content creator yang berinisiatif untuk me- remake da Tidak heran jika setelah serial ini tamat, kalimatnya masih menjadi ketertarikan dan hal umum jika didengar dimasyarakat kembali. Tidak sedikit juga pihak individu hingga bisnis yang bergerak memanfaatkannya.        

Menggunakan momentum seperti ini memang tidak dipungkiri dapat meningkatkan eksposur bisnis. Akan tetapi, terdapat beberapa hal yang perlu juga diperhatikan agar hasilnya cukup efektif. Simak bahasannya di bawah ini!            

Hindari Blunder            

Memanfaatkan Konten Viral - Hindari Blunder
  Sumber: Unsplash    

Apabila kita secara buta mengikuti tren tanpa pertimbangan terlebih dahulu bisa cukup berbahaya lho, Risers.         

Hasil terburuknya, konten viral yang kamu manfaatkan tadi malah menjadi bumerang sendiri. Karena meskipun banyak mendapat perhatian, tidak semua tren adanya bersifat positif atau sesuai dengan brand value yang kamu miliki. Respon buruk dari audiens ini bahkan bisa jadi mengancam brand image yang telah kamu bangun.         

Kamu perlu hati-hati untuk menempatkan konten yang sedang viral. Jika kamu tetap merasa yakin dan ingin melanjutkannya, pastikan untuk membalut konten tersebut secara apik. Misalnya dengan membuat konten yang menganjurkan audiens untuk menjauhi tren negatif tersebut atau konsep kreatif lainnya.        

Take The Time Rightly            

Jam
Sumber: Unsplash    

Konsep riding the wave dalam beberapa kasus bisa menjadi cukup tricky . Sebab ketika sebuah konten meledak dan viral, content creator seolah berburu dengan waktu.          

Faktor timing turut berpengaruh. Brainstorming ide yang terlalu lama malah membuat konten yang kita garap terancam basi. Tapi ketika konten yang kita bawakan dibuat terburu-buru, kita menjadi cenderung lengah dengan hal sensitif hingga dapat berakibat blunder . Atau bisa jadi, hasil yang dibuat menjadi tidak terlalu impactful dan kompetitif dibanding dengan konten kompetitor yang digarap secara bijak.  

Oleh karena faktor-faktor di atas, maka menjadi penting untuk mengambil waktu secara tepat.  

Konten yang Audience-Centric            

Memanfaatkan Konten Viral - Konten Audience Centric
  Sumber: Unsplash     

Hal ini merupakan salah satu bagian fundamental dalam pembuatan konten, dan sebaiknya juga senantiasa tidak terlupakan. Kamu harus menyesuaikan konten viral yang ingin kamu manfaatkan dengan situasi demografis audiens yang dimiliki.         

Kamu bisa memilih konten dan membuatnya agar konten tidak hanya sebatas unggahan ulang dengan sedikit editan. Kamu bisa mengolah bahan konten agar relatable dan masih berhubungan dengan jenis audiens yang kamu miliki. Ketika kamu sudah tahu dan menyasar secara tepat, kamu akan semakin dapat menyesuaikan konten dengan selera audiens dan hal tersebut akan semakin baik. Kemungkinan adanya ketertarikan mereka untuk mau menyebarkan kembali konten yang kamu bawa akan semakin tinggi, akan ada semakin banyak orang yang melihat karya kamu atau bahkan tertarik untuk menjadi salah satu followers mu.            

Stir it a Little            

Memanfaatkan Konten Viral - Stir It A Little with Creativity
  Sumber: Unsplash     

Dengan cepatnya informasi yang tersebar di jaman sekarang, tidak mengherankan ketika media sosial diramalkan sangat cepat mengalami peningkatan dan insight seseorang  ketika sebuah konten sedang viral.         

Hal ini adalah hal yang wajar. Memanfaatkan momen yang sedang viral memang dapat dengan mudah menarik perhatian hingga engagement warganet. Maka di tengah banyaknya konten re-make tersebut, kreativitas lah yang akan menonjolkan konten milikmu dari yang lain. Ketika kamu menjadi kreatif, akan dengan mudah menarik perhatian audiens untuk memberimu apresiasi atau tidak jarang menyukai karya-karyamu yang lain.

Mainkan unsur emosi atau perasaan audiens yang sekiranya berpotensi untuk diangkat. Baik itu berupa perasaan sedih, marah, senang, atau semangat. Konten yang bersifat emosional akan cenderung lebih meninggalkan kesan. Dan jika dilakukan secara baik, hal ini bisa semakin menambah kepercayaan dan awareness audiens terhadap bisnis kamu. Hal ini tidak menutup kemungkinan juga kalau sales bisnis akan mengalami kenaikan. Brand yang kamu punya akan menarik simpati masyarakat, langkah selanjutnya adalah bagaimana memperhatikan loyalitas mereka.

Baca juga : Begini! Cara Membuat Konten yang Menarik


Celine Anastasya

Celine Anastasya