Bahasa:

Search

Kerja di Startup atau di Corporate? Mana yang Lebih Cocok Untukmu?

  • Share this:
Kerja di Startup atau di Corporate? Mana yang Lebih Cocok Untukmu?

Halo, Risers!
Dalam mengejar karir impian, salah satu pertimbangannya adalah memilih untuk bekerja di startup atau di perusahaan besar.

Kalau kamu masih bingung untuk memilih salah satu dari pilihan tersebut, kamu harus baca artikel di bawah ini!

Dalam artikel ini akan membahas mengenai perbedaan startup dan perusahaan korporasi, kelebihan dan kekurangannya, dan bagaimana memilih untuk memutuskan antara bekerja di startup atau di perusahaan korporasi?

Perbedaan Bekerja di Startup vs Corporate     

 

  1. Jumlah Karyawan

    gambar-1-1.jpg

    Corporate dan Startup mempunyai perbedaan karakteristik yang besar dari segi ukuran. Dilansir dari riset MIKTI dalam “Mapping & Database Startup Indonesia 2021” melaporkan dari 1.190 startup di Indonesia, 72,5% diantaranya memiliki jumlah karyawan kurang dari 50 orang. Kemudian, sebanyak 19,3% startup memiliki 50-200 karyawan, 5,6% memiliki 201-500 karyawan, dan hanya 2,6% startup di Indonesia yang memiliki karyawan lebih dari 500 orang. Sementara, di corporate jumlah karyawan lebih besar bahkan hingga ribuan hingga ratusan ribu . 

    Berikut ini daftar perusahaan korporasi di Indonesia yang memiliki jumlah karyawan terbanyak pada tahun 2019:

    PT Astra International Tbk         : 150.705 karyawan
    PT Indofood Sukses Makmur    : 91.217 karyawan
    PT Bank Rakyat Indonesia         : 89.943 karyawan

    Namun, ada juga startup yang mempunyai jumlah ribuan karyawan seperti:

    Ruangguru        : 6.272 karyawan
    Tokopedia         : 7.667 karyawan
    SiCepat              : 3.791 karyawan
    Gojek                  : 24.804 karyawan
    J&T                     : 6.096 karyawan
    Traveloka           : 3.096 karyawan
    Kopi kenangan  : 1.652 karyawan
    Zenius                 : 1.205 karyawan.
     
  2. Budaya Kerja

    Perbedaan terbesar yang kedua yaitu dari segi budaya kerja. Berikut ini perbedaan budaya kerja di startup vs corporate.

    Jam Kerja

    gambar-2-2.jpg

    Jam kerja di startup biasanya lebih fleksibel karena fokus kerjanya ada pada tujuan atau sasaran masing masing yang harus dicapai, bukan waktu lamanya bekerja.

    Namun, terkadang jam kerja yang fleksibel ini menjadi boomerang sehingga membutuhkan lebih banyak waktu atau lembur karena pekerjaan yang harus segera diselesaikan.

    Sedangkan untuk jam kerja di corporate biasanya memiliki jam kerja yang ketat sesuai dengan aturan yang ada. Jika terlambat masuk kerja biasanya terdapat aturan pemotongan gaji. Namun, jika kamu bekerja melebihi batas waktu atau lembur pastinya akan mendapatkan uang tambahan.

    Tempat Kerja

    gambar-3-2.jpg

    Pada umumnya, startup memiliki ruang kerja seperti working space yang tidak terdapat sekat, lebih terbuka dan tidak terlalu formal. Hal ini sesuai dengan budaya kerja startup yang mudah untuk berkomunikasi antara sesama karyawan maupun atasannya.

    Sedangkan lingkungan tempat kerja corporate biasanya di gedung yang besar dan tinggi, dimana biasanya meja dipisahkan dengan sekat dan lebih formal.

    Cara Kerja

    gambar-4-2.jpg

    Perbedaan cara kerja di startup dan di corporate juga cukup signifikan. Di startup, komunikasi terjalin lebih mudah dan tidak memiliki jarak antara karyawan dengan karyawan lain maupun dengan atasannya, bahkan CEO sekalipun.

    Walaupun di startup terdapat struktur jabatan, namun perbedaan antara atasan dengan bawahan tidak terlalu mencolok sehingga terkesan lebih santai.

    Di startup, cara kerjanya yang lebih luas membuat karyawan disana dengan mudah bekerja sama dengan divisi lain sehingga membuka peluang yang lebar untuk banyak belajar hal baru.

    Lingkungan kerja startup merupakan budaya kerja yang bergerak cepat di mana kreativitas dan komunikasi sangat dihargai serta memungkinkan karyawan untuk membangun hubungan yang kuat dan bebas bertukar pikiran dan ide.

    Sedangkan, di corporate cara kerjanya lebih terstruktur dan formal. Perbedaan antara atasan dan bawahan sangat terlihat dengan jelas, begitu juga hubungan komunikasinya tidak semudah di startup antara atasan dengan bawahan.

    Biasanya, di corporate komunikasi karyawan hanya sebatas dengan senior ataupun manajer saja, sangat jarang berkomunikasi langsung dengan direktur perusahaan.

    Karena corporate mempekerjakan ribuan pekerja, biasanya karyawan tidak terbiasa dengan rekan kerja di luar tim atau departemen lain.
     
  3. Gaji dan Tunjangan

    gambar-5-2.jpg

    Selanjutnya mengenai perbedaan dari segi gaji dan tunjangan. Gaji dan tunjangan di startup tidak selalu dipandang dengan gaji yang kecil. Biasanya startup unicorn dan decacorn memiliki standar gaji yang tinggi.

    Namun bagi startup baru yang belum lama dirintis biasanya masih tidak jauh berbeda dari UMR. Sedangkan untuk bonus atau tunjangan masih jarang diberikan kepada karyawan di startup

    Berbeda dengan corporate yang memiliki nominal gaji yang cukup jelas. Bahkan tunjangan, bonus dan kenaikan gaji sangat memungkinkan.

    Biasanya, tunjangan di corporate cukup banyak karena mayoritas karyawan yang bekerja di corporate sudah berkeluarga sehingga terdapat tunjangan seperti asuransi kesehatan untuk keluarga.
     
  4. Perkembangan Karir

    gambar-6-1.jpg

    Bekerja di startup adalah peluang yang bagus untuk memberi manfaat bagi perjalanan karir mu karena budaya kerja startup yang cepat sehingga melatih kemampuan untuk selalu menyesuaikan kondisi.

    Bekerja di startup memiliki banyak kesempatan untuk berkembang dengan bekerja dalam tim yang erat dan memiliki kesempatan untuk belajar, dan mengembangkan keterampilan.

    Namun, jenjang karir di startup masih tidak menentu dikarenakan perusahaan yang masih berkembang dan masih dalam penyesuaian.

    Sementara itu, bekerja di corporate berbeda dengan startup. Jenjang karir di corporate lebih jelas dan lebih stabil walaupun persaingannya cukup berat. Pembagian tugasnya lebih terstruktur, sehingga kurang ada kesempatan untuk belajar hal lain diluar departemen mu.

Kelebihan dan Kekurangan Bekerja di Startup     

gambar-7.jpg

Kelebihan:

  1. Peluang memberikan inovasi

    Karyawan yang bekerja di startup diberi kesempatan yang luas untuk menunjukkan pengetahuan dan keterampilan mereka dengan ikut berkontribusi terhadap pengembangan dan keberhasilan startup.

    Dengan jumlah tim yang lebih kecil akan membuat kreativitasmu terlihat. Hal ini bermanfaat bagi kamu yang lebih kreatif untuk menghasilkan inovasi untuk dibagikan kepada tim.
     
  2. Lebih banyak kesempatan untuk belajar

    Biasanya banyak startup akan memberikan lebih banyak tanggung jawab. Hal ini karena startup seringkali tidak mampu mempekerjakan beberapa karyawan yang memiliki tanggung jawab berbeda dalam suatu departemen.
     
  3. Fleksibel

    Banyak perusahaan startup menawarkan kesempatan kepada karyawan untuk bekerja dengan jam kerja yang fleksibel, bahkan mengizinkan karyawan untuk bekerja dari rumah.
     
  4. Tim yang lebih sedikit

    Di startup, jumlah tim dalam suatu bidang pekerjaan cenderung lebih sedikit, sehingga hal ini membuat karyawan lebih erat dan kondusif saat bekerja sama.
     
  5. Peluang kepemimpinan

    Startup memberikan karyawan lebih banyak kesempatan untuk tumbuh karena dengan jumlah karyawan yang cenderung lebih sedikit sehingga lebih mudah dan lebih cepat untuk naik di startup karena cenderung lebih menonjol dan dikenali atas kerja keras karyawan.
     
  6. Meningkatkan kepuasan kerja

    Bekerja di startup biasanya lebih mengalami kepuasan kerja karena karyawan dengan jumlah yang kecil lebih terlibat dalam pertumbuhan perusahaan. Karena secara aktif berkontribusi pada kesuksesan perusahaan adalah sebuah perasaan yang luar biasa dan dapat secara signifikan mempengaruhi kepuasan seseorang dengan pekerjaan mereka.


Kekurangan

  1. Keamanan karir yang tidak pasti

    Bekerja di startup tidak menjamin stabilitas dan keamanan pekerja. Startup yang masih berkembang dan perlu penyesuaian akan sangat rentan akan siklus bisnisnya. Kemajuan teknologi, inovasi dan persaingan yang ketat menjadi ancaman untuk startup.
     
  2. Beban kerja yang berat

    Bekerja untuk startup biasanya datang dengan tanggung jawab yang lebih besar. Bagi sebagian orang ini menjadi kesempatan untuk berkembang. Namun, dapat memungkinkan ini menyebabkan stres karena beban kerja dan tanggung jawab yang berat serta melampaui keahlian karyawan.
     
  3. Kurang terstruktur

    Startup sering kali kurang terstruktur karena batasan antara atasan dengan karyawan cenderung tidak terlihat jelas. Hal ini terkadang dapat membuat karyawan merasa tidak yakin kepada siapa mereka harus berdiskusi mengenai masalah dan dapat mengakibatkan kebingungan dan ketidakpastian di tempat kerja.
     
  4. Sumber daya yang terbatas

    Startup baru seringkali terbatas akan sumber daya sehingga kurangnya tenaga profesional untuk mengembangkan bisnis yang berkelanjutan.

Kelebihan dan Kekurangan Bekerja di Corporate     

gambar-8.jpg

Kelebihan

  1. Spesialisasi karir

    Bekerja di perusahaan korporasi akan menetapkan tugas dan tanggung jawab para karyawannya sehingga dapat fokus pada keterampilan dan pengetahuan karyawan. Peran yang diberikan berdasarkan spesialisasi karir kamu dan tidak akan ada peran yang dikerjakan diluar itu.
     
  2. Gaji dan tunjangan yang stabil

    Perusahaan besar akan memberikan gaji yang stabil dan manfaat atau tunjangan yang besar bagi karyawan yang bekerja dan mengabdi untuk perusahaan.
     
  3. Akses ke ahli profesional

    Perusahaan yang sudah mapan akan lebih mudah memiliki dan mendapatkan akses ke ahli profesional seperti manajer sebagai mentor yang biasanya akan memandu dalam proses kerja.


Kekurangan

  1. Kesempatan untuk bereksperimen dan berinovasi yang relatif sempit

    Model bisnis pada perusahaan besar dan sudah mapan lebih jelas dan sudah teruji. Sehingga cara kerja di perusahaan cenderung lebih sempit karena sudah terstruktur. Kesempatan untuk bereksperimen pun cenderung kecil.
     
  2. Peraturan birokrasi

    Perusahaan besar mempunyai peraturan yang jelas, terorganisasi dan lebih terstruktur. Hal ini terkadang membuat rumit ketika mengeksekusi suatu hal akan melewati banyak pihak untuk mendapatkan izin.
     
  3. Lingkup pekerjaan yang sempit

    Jika kamu lebih suka mencoba sesuatu yang baru setiap hari, bekerja di perusahaan korporasi mungkin tidak cocok untuk mu, karena ruang lingkup pekerjaan difokuskan hanya pada peran yang diberikan.Sangat kecil kemungkinan kamu akan dapat belajar di luar peranmu.
     
  4. Kompetisi yang ketat

    Bekerja di perusahaan besar yang merekrut banyak karyawan yang akan memilih karyawan yang bertalenta bagus membuat kompetisi di perusahaan cenderung lebih ketat.


Pilih Bekerja di Startup atau Corporate?       

Menentukan bekerja di startup atau perusahaan menjadi pilihan yang sulit. Kamu pasti menemukan cerita pengalaman karyawan yang bekerja di startup atau perusahaan yang mana akan sama-sama berargumen bahwa pengalaman mereka lebih baik. Kamu harus mengidentifikasi diri sendiri untuk menemukan pilihan yang tepat. 

Tanda-tanda kamu cocok bekerja di startup:

  • Suka mempelajari hal-hal baru
  • Memiliki keinginan untuk memperluas pengalaman 
  • Menyukai hal baru dan hal yang menarik dalam bisnis
  • Lebih suka tim yang lebih kecil
  • Mempunyai kreativitas yang tinggi
  • Ingin memiliki jam kerja yang fleksibel
  • Suka dengan tantangan

Tanda-tanda kamu cocok bekerja di corporate:

  • Menyukai struktur dan peran yang ditentukan
  • Lebih suka gaji yang stabil dan tunjangan yang bagus
  • Mencari mentor profesional
  • Cenderung memilih untuk spesialisasi karir 
  • Lebih suka bekerja dalam kondisi yang stabil
  • Lebih suka mengerjakan proyek besar jangka panjang daripada proyek jangka pendek

Jika kamu lebih menyukai hal yang lebih terstruktur, cenderung fokus terhadap suatu hal maka pilihlah corporate.

Jika kamu suka mempelajari hal-hal baru, suka bereksperimen, dan menjelajahi banyak bidang pekerjaan, maka pilihlah startup.


Nah, itu tadi mengenai bagaimana caranya memilih untuk bekerja di startup atau perusahaan korporat.

Pastikan dalam mempertimbangkan sesuatu jangan terhasut dari omongan orang lain. Jadikan omongan orang lain hanya untuk informasi pelengkap, jadi kamu harus selalu menyesuaikan dengan keadaan diri kamu sendiri.

 


Kadek Indah

Kadek Indah

I'm an undergraduate student who passionate about SEO