Bahasa:

Search

Mengenal Karir UI/UX Designer: Perbedaan serta Tugas dan Tanggung Jawabnya

  • Share this:
Mengenal Karir UI/UX Designer: Perbedaan serta Tugas dan Tanggung Jawabnya

Halo, Risers! Kamu pernah gak sih menggunakan aplikasi seperti e-commerce, game online, transportasi online, ataupun aplikasi keuangan digital? Jika pernah, bagaimana pengalamanmu saat menggunakan aplikasi tersebut?

Pengalamanmu saat menggunakan aplikasi tersebut berkaitan erat dengan tugas dan tanggung jawab seorang UI/UX Designer, loh! Kenapa bisa ya?

Karena kemajuan teknologi saat ini semakin dinikmati banyak orang, maka perkembangan aplikasi maupun situs web menjadi sangat penting agar pengguna mudah memahami dan menggunakannya. Disinilah peran UI/UX Designer sangat dibutuhkan untuk memberikan kepuasan kepada pengalaman pengguna dan tampilannya. Simak penjelasan di bawah ini yaa untuk lebih detailnya!


Deskripsi karir UI/UX Designer 

gambar-1-min.jpg

UI Designer (User Interface) dan UX (User Experience) Designer adalah seorang profesional yang mengidentifikasi dan menciptakan pengalaman pengguna yang lebih baik melalui rancangan fitur navigasi pada perangkat lunak maupun desain grafisnya.

UI Designer dan UX Designer tidak bisa dipisahkan karena memiliki masing masing tugas yang berkaitan satu sama lain.

UI Designer bertugas untuk menentukan tampilan atau desain visual layar pada situs web atau aplikasi yang nantinya akan digunakan atau dikunjungi oleh calon pelanggan.

Sedangkan UX Designer bertugas untuk menciptakan desain suatu produk atau layanan melalui pendekatan pengalaman pengguna sesuai dengan kebutuhan dan keinginan serta kenyamanan dan kemudahan.

Untuk lebih jelasnya, yuk kita bahas tentang perbedaan UI dan UX Designer!

 

Perbedaan UI Designer dan UX Designer     

 

  1. Fokus desain

    gambar-2-1.jpg

    UX Designer : fokus desain UX yaitu pada kebutuhan, keinginan, kepuasan, kenyamanan dan pengalaman pengguna terhadap produk atau layanan yang akan digunakan

    UI Designer : fokus desain UI yaitu pada estetika tampilan, kesan pertama saat pengguna melihat produk atau layanan, dan menciptakan pengalaman menyenangkan yang mudah, efisien dan relevan.
     
  2. Rancangan desain

    gambar-3-1.jpg

    UX Designer : rancangan desain berdasarkan hasil riset pengguna agar menghasilkan produk yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan target pengguna. Untuk mendapatkan riset pengguna, ada banyak tahapan yang dibutuhkan dan merupakan tugas seorang UX Research. Rancangan desain oleh UX Designer dibuat dengan wireframe dan prototype.

    UI Designer : UX biasanya didahulukan dalam proses riset pengembangan produk, kemudian diikuti oleh desainer UI untuk  mengisi dengan elemen visual dan interaktif.
     
  3. Komponen Desain

    gambar-4-1.jpg

    UX Designer : komponen desain UX pada suatu produk seperti fitur-fitur, struktur desain, dan navigasi, copywriting, hingga branding.

    UI Designer : komponen desain UI pada suatu produk seperti tombol, ikon, spasi, tipografi, skema warna, dan desain responsif, gambar, video animasi, maupun visual interaksi lainnya.
     
  4. Tools

    gambar-5-1.jpg

    UX Designer : desainer UX memerlukan aplikasi prototyping desain agar lebih mudah mendapatkan feedback dari pengguna. Ada beberapa aplikasi prototyping desain yang dapat mendukung desainer UX seperti Sketch, InVision, Figma, Adobe XD, dan Axure. Fitur yang tersedia seperti collaboration, real-time editing, easy to test design dan lain-lain

    UI Designer : desainer UI lebih membutuhkan aplikasi yang mendukung pembuatan desain interface seperti Flinto, Principle, Frames X, Adobe illustrator, dan lain-lain. Fitur yang tersedia seperti menambahkan unique interaction icon, easy transitions, UI assets & kits, dan lain lain.
     
  5. Keterampilan 

    gambar-6.jpg

    UX Designer : skill yang dibutuhkan oleh seorang UX Designer seperti melakukan riset, berpikir analitis, memecahkan masalah, berpikir kritis, dan berpikir kreatif.

    UI Designer : skill yang dibutuhkan oleh seorang UI Designer seperti desain grafis, desain branding, berpikir kreatif dan menyelesaikan masalah dengan fokus untuk mencari satu solusi yang tepat.

 

Tugas dan Tanggung Jawab UX Designer     


Proses desain UX dapat dibagi menjadi empat fase utama:

  1. Riset pengguna
    Langkah pertama dari desain UX adalah riset pengguna yang mencakup tentang pengguna, perilaku, tujuan, motivasi, dan kebutuhan pengguna. UX Designer harus mendahulukan riset pengguna dalam proses desain UX, karena tanpa adanya riset pengguna, pekerjaan akan hanya berlandaskan pada asumsi saja yang tidak objektif dari sudut target pelanggan.

    Riset pengguna penting untuk meningkatkan layanan atau produk dengan melihat dari sudut pandang pengalaman pengguna. Riset pengguna juga dapat mengetahui apakah sistem yang dibuat sudah cukup mudah dan jelas untuk dinavigasi oleh pengguna.

    Selama riset pengguna, seorang desainer UX akan mengumpulkan informasi melalui berbagai cara dan sumber seperti wawancara, survei online, dan user persona.
     
  2. Wawancara
    Wawancara pengguna adalah diskusi yang dilakukan antara pewawancara dan pengguna yang dirancang untuk menemukan kebutuhan dan keinginan dari pengguna saat menggunakan produk.

    Pewawancara dapat mengajukan pertanyaan yang dengan tepat apa yang dipikirkan pengguna saat mereka menavigasi. Tanyakan kepada pengguna tentang masalah yang biasanya mereka hadapi dengan layanan dan di mana titik kesulitan terbesar mereka.
     
  3. Survei online
    Survei online adalah kuesioner yang terdiri dari serangkaian pertanyaan yang dikirim ke sampel target audiens melalui media online dan biasanya berbentuk formulir.

    Sebelum memulai menulis survei online, luangkan waktu untuk melakukan beberapa wawancara persona terlebih dahulu untuk memahami masalah pengguna. Hal ini nantinya akan membantu membuat pertanyaan survei.
     
  4. User persona
    User persona merupakan profil atau sebuah sketsa karakter dari perkiraan segmen pengguna atau target pasar yang digunakan untuk memahami pengguna.

    User persona akan memudahkan UX Designer untuk menemukan solusi desain yang mampu untuk membuat pengalaman produk yang ramah pengguna.

    Menentukan user persona harus berdasarkan pada penelitian yang dilakukan oleh UX Designer untuk target audiens yang mungkin menggunakan produk atau layanan nya.

    Hasil penelitian yang didapat akan menghasilkan sekumpulan data-data yang relevan tentang pengguna seperti jenis kelamin, pekerjaan, keluarga, usia, status perkawinan, status pekerjaan, keuangan, motivasi, tujuan hidup dan sebagainya.
     
  5. Desain
    Proses desain UX selanjutnya yaitu membuat wireframe dan prototype. Suatu desain menggambarkan cara kerja suatu produk yang memfokuskan pada pengalaman pengguna.

    Membuat wireframe dalam proses desain yaitu mengacu pada ilustrasi atau diagram situs web, perangkat lunak, atau halaman aplikasi yang terlihat. Wireframe jarang mengandung warna, gambar, atau estetika karena tugasnya adalah memahami template situs web. Template perlu ditentukan sebelum pertimbangan estetika dengan berfokus terlebih dahulu pada navigasi dan struktur situs atau produk.

    Selantunya pembuatan prototype dalam proses desain UX. Prototype merupakan versi draf situs atau produk untuk direpresentasi kepada UI designer. Penggunaannya membuat berbagai fitur menjadi jelas dan bagaimana keseluruhan desain tepat posisi dan saling berkaitan.
     
  6. Pengujian pengguna
    Inti dari keseluruhan proses desain UX adalah pengujian pengguna. Desainer UX menguji pengguna untuk meningkatkan produk desain situs dan untuk melihat apakah perubahan yang dibuat selama fase 'desain' dapat dipahami sehingga dapat dengan mudah mendeteksi masalah atau kesulitan pengguna yang tidak terduga dalam fase desain sebelum memulai fase implementasi.
     
  7. Implementasi proses desain UX
    Langkah terakhir dari proses desain UX yaitu bertanggung jawab untuk menerapkan, dan mengadvokasi proses desain UX.


Tugas dan Tanggung Jawab UI Designer     

 

  1. Kolaborasi
    Desainer UI berkolaborasi dengan desainer UX untuk mengenal produk dan pengguna targetnya menggunakan riset pengguna dan persona dari UX designer agar desain estetika yang dibuat dapat mempengaruhi pengguna ketika melihatnya.

    Desainer UI juga berkolaborasi dengan developer untuk menyerahkan desain yang sudah selesai dibentuk.
     
  2. Membuat rancangan
    Desainer UI bertanggung jawab mendesain layar, membuat titik sentuh visual, interaktivitas, memastikan konsistensi membuat panduan gaya, atau bahasa visual untuk digunakan secara menyeluruh.
     
  3. Membuat prototype
    Sebagai desainer UI, penting untuk menguji desain berulang kali dan disinilah peran prototype. Prototype digunakan untuk menampilkan desain visual dalam tindakan, membantu mengidentifikasi kekurangan dan memastikan bahwa produk akhir sesuai.
     

Berkarir menjadi UI/UX Designer biasanya menempuh kuliah pada jurusan Desain Komunikasi Visual, Desain Grafis, Sistem Informasi, Teknologi Informasi, Teknik Informatika, Ilmu Komputer dan Seni Rupa.

Namun, tidak ada salahnya jika kamu bukan berasal dari salah satu jurusan di atas. Jika kamu ingin pindah karir atau tertarik berkarir menjadi seorang UI/UX Designer, kamu bisa mengikuti kelas bootcamp atau kursus online untuk membantumu belajar mengenai UI/UX secara lebih terstruktur dan detail.

Harisenin.com hadir untuk memberikan solusi untuk kamu meraih karir impian dengan sistem belajar yang flexible dan materi yang selalu terupdate. Program bootcamp UI/UX Designer di harisenin.com tentunya akan diajarkan oleh mentor-mentor yang profesional dibidangnya.


Kadek Indah

Kadek Indah

I'm an undergraduate student who passionate about SEO