Website

Search

Hindari 5 Hal ini Agar Sukses Interview Online

Hindari 5 Hal ini Agar Sukses Interview Online

Wawancara atau interview merupakan tahapan seleksi kerja yang selalu berhasil membuat para jobseeker terbayang-bayang, bahkan sampai kebawa mimpi. Sama seperti wawancara langsung, persiapan interview online atau daring perlu dilakukan secara maksimal untuk menunjang kesuksesan.

 

Untuk para Risers yang sekarang ini tengah mencari kerja atau berhasil mendapat undangan untuk interview online, wajib mengetahui apa saja yang perlu dipersiapkan, termasuk menghindari hal-hal yang memicu kegagalan wawancara. Apa saja? Yuk simak informasinya!

Hal yang Perlu Dihindari Sebelum Interview Online

3ttDVQDtpgvLh5WlN87k_apVCg6kCyml6ifxocDE7EV3bs6xd3WbyZ2D3EH6h_g7vdlc88CUl1z0JdHbXcLf36IyTk2_4j1bDZhB2kWDPOVs197HXjSAFamhojnicArNfMLgicEnDvg4HztIhIi87C0

Sumber: Unsplash

 

Dalam tahap kerja, biasanya wawancara atau interview berada dalam tahapan kedua. Tahapan yang satu ini digadang-gadang menjadi tahapan yang paling ditakuti dibandingkan dengan tahapan yang lain.

 

Bagaimana tidak? Tahapan ini akan membawa kamu bertemu baik secara langsung atau online dengan HR atau petinggi di perusahaan tersebut. Duh, dengar suaranya saja sudah deg-degan, apalagi saat menatap wajahnya. Benar tidak, Risers?

 

Walaupun deg-degan, kamu harus tetap profesional dalam menghadapi situasi ini. Maka dari itu, kamu wajib banget untuk tahu tidak hanya do, tapi don'ts sebelum menghadapi interview online. Mari kita cari tahu!

Tidak Berpakaian Rapi

Walaupun wawancara diadakan secara daring, tapi bukan berarti itu menjadi alasan untuk tidak berpakaian rapi. Pakaian merupakan bentuk komunikasi non-verbal yang dapat merepresentasikan seperti apa kamu pada orang lain atau yang biasa disebut sebagai personal image. 

 

Pakaian rapi akan memberikan kesan yang ramah, sopan, dan profesional. Bahkan, pakaian yang rapi akan memberikan nilai plus yang bisa menarik perhatian HRD atau user, lho! Kamu tidak perlu berpakaian yang serba formal seperti menggunakan dress atau tuxedo seperti menghadiri acara besar, kemeja rapi dengan warna tidak mencolok saja sudah cukup.

Tidak Memeriksa Koneksi Internet dan Background

Pada saat melakukan interview online, memastikan koneksi internet tetap stabil perlu jadi salah satu fokus utama, Risers. Karena koneksi internet akan jadi penentu bagaimana jalan komunikasimu dengan perusahaan nanti. 

 

Jika koneksi kurang baik, pastinya suaramu akan terputus sehingga informasi tidak tersaji dengan baik dan bisa menjadi miss-communication. Lebih parahnya lagi, kamu akan terlempar dari media tempat kamu melakukan interview dan berpotensi di diskualifikasi! Duh-aduh, jangan sampai itu terjadi ya, Risers!

 

Sebelum melakukan interview, pastikan provider yang kamu gunakan stabil dan jauh dari gangguan ya, Risers. Pastikan juga kamu berada di tempat yang menghasilkan sinyal yang bagus, dan mengisi kuota jika perlu. Jika memang hal tersebut tidak bisa dilakukan, kamu bisa menghubungi HRD atau user untuk memberitahu kondisi yang terjadi.

 

Selain koneksi internet, background juga perlu kamu perhatikan. Usahakan background atau latar di belakang punggungmu terlihat profesional. Kamu bisa mencari dinding sebagai background, menggunakan virtual background, atau bahkan bisa membuat background menjadi blur sehingga HRD atau user tidak terdistraksi dengan pemandangan di belakangmu.

Posisi Device dan Arah Mata

Faktanya, perbedaan antara wawancara langsung (offline) dan online tidaklah banyak. Termasuk dua hal berikut, yaitu posisi device dan arah mata. Apa maksudnya tuh, Risers?

 

Device atau alat seperti laptop, PC, atau smartphone menjadi salah satu kebutuhan krusial. Kamu perlu memperhatikan posisinya agar terlihat lebih profesional. Sama seperti wawancara langsung, anggap saja device itu adalah kepala.

 

Pada saat wawancara langsung, kepala diusahakan tetap lurus menghadap para recruiter, begitu juga dengan posisi device-mu, Risers. Selain itu, arah mata perlu kamu perhatikan. Hindari menatap kemana-mana agar tetap terlihat profesional.

 

Usahakan Risers hanya menatap kamera device dan layar device saja, sebab menatap dua hal tersebut sama seperti kamu menatap recruiter secara langsung.

 

Baca Juga: 4 Website Bikin CV yang Bisa Memikat Para HR

Lupa Informasi Curriculum Vitae Sendiri

Walaupun dibentuk oleh kita sendiri, terkadang banyak juga orang yang sering lupa dengan informasi Curriculum Vitae atau CV sendiri, lho

 

Ada banyak faktor yang mengakibatkan hal ini terjadi, bisa karena terlalu gugup sehingga kita jadi blank. Bisa juga karena sebenarnya informasi yang tertera di dalam CV bukanlah informasi milikmu sebenarnya atau karena dilebih-lebihkan.

 

Kedua faktor tersebut cukup berbahaya, terlebih lagi nomor dua. Sebab, walaupun wawancara diselenggarakan secara online, HRD atau user bisa mencari informasi mengenai CV mu di berbagai tempat. 

 

Untuk mengantisipasi agar hal tersebut tidak terjadi, Risers bisa siapkan sticky note berisi main keyword untuk ditempelkan di sisi laptop untuk menjadi contekan darurat. Pastikan tulisan tersebut dapat dipahami, ya.

 

Pendekatan dengan Perusahaan

Melamar kerja sama saja seperti melamar si doi, Risers. Apa yang perlu kamu lakukan saat akan menyatakan perasaan a.ka nembak doi? Pastinya adalah melakukan pendekatan atau pedekate dengan doi.

 

Hal tersebut juga berlaku pada saat lamar kerja. Perusahaan akan sangat merasa senang dan terhormat jika kamu bisa mengenal perusahaan lebih jauh seperti mengetahui visi, misi, tujuan, program, dan lainnya. 

 

Usahakan untuk mengenal perusahaan lebih jauh dengan cara melihat media sosial, website, dan portfolio perusahaan untuk menambah wawasan mengenai perusahaan. Akan lebih keren lagi jika kamu bisa sedikit mengenal siapa yang akan mewawancarai kamu.

 

Eits, walau sudah melakukan pendekatan. Kamu jangan sampai lupa untuk bertanya, ya! Dengan bertanya, recruiter akan menganggap kamu sangat serius melamar pekerjaan di perusahaan tersebut.

 

Gimana nih, Risers? Lima hal di atas sudah kamu hindari, ‘kan? Jangan sampai persiapan interview online-mu gagal karena lima hal di atas. Last but not least, doa! Jangan sampai lupa untuk berdoa dan meminta restu pada orang terdekat, karena doa dan restu menjadi salah satu penentu kesuksesan interview-mu. Semoga berhasil, Risers!

 

Baca Juga: Tahapan Pengembangan Karir yang Wajib Diketahui

Bestagi Romadhon

Bestagi Romadhon

In this era, humans make data-driven desicion, because data is a fact.   
and now I'm learning about data at Yayasan Anak Bangsa Bisa with hope to create a better Indonesia with data.   

Currently, I'm studying at Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ekuitas in major Financial Management and join several student organizations in campus and national organizations to create impact for a better life.   

Book is me and I'm is a book.