Bagaimana Cara Membuat Brand Sendiri dari Awal?

10 mn read

Risers, apa kamu sedang mencoba membangun bisnis dan mencari inspirasi bagaimana membuat sebuah brand dengan sendiri dari awal? Memulai dan menjalankan sebuah bisnis tentu saja bukan hal yang mudah, terlebih lagi jika kita ingin membangun brand yang dapat dikenal oleh banyak orang. Apa yang akan dilihat orang lain pada sebuah brand? Bagaimana sebuah brand dapat terlihat berbeda dari yang lainnya? Apakah brand yang kita punya sesuai dengan target konsumen? 

Ini adalah pertanyaan yang akan muncul ketika kamu mulai menghubungkan garis besar dari apa yang ingin kamu jual dan siapa target konsumen yang ingin kamu jangkau. Itu sebabnya kamu harus membentuk sebuah brand untuk memengaruhi pelanggan dan karyawan, kemudian menerjemahkan brand itu ke dalam pesan yang beradaptasi dari waktu ke waktu. Membuat bisnis dan brand merupakan kegiatan yang menyenangkan sekaligus hal yang rumit, tapi tenang saja Harisenin akan menuntunmu bagaimana cara membuat brand sendiri dari awal. 

Kenapa Kita Harus Membangun Sebuah Brand? 

Brand bukan hanya nama dan logo yang biasa kamu kenali untuk membedakannya di pasar atau supermarket. Dalam pemasaran, kita tidak hanya berbicara mengenai brand sebagai hologram yang berisi produk fisik (barang berwujud atau layanan tidak berwujud) tetapi juga berisi citra merek, juga sikap seperti kepercayaan, reputasi, nilai-nilai seperti keberlanjutan, dan perilaku yang terkait dengan merek seperti loyalitas.

“Sebuah merek atau brand adalah seperangkat harapan, kenangan, cerita, dan hubungan yang secara bersama-sama, dapat memperhitungkan keputusan konsumen untuk memilih satu produk atau layanan di atas yang lain.” —Seth Godin

Jika dipikir-pikir, setiap orang juga memiliki merek pribadi. Kita masing-masing memiliki nama, wajah, gaya, cara berkomunikasi, dan dengan sifat-sifat ini, kita membuat kesan yang berbeda pada orang yang berbeda.

Demikian juga, bisnis memiliki nama, produk, logo, warna, font, suara, dan reputasi yang memengaruhi persepsi orang yang melihatnya. Dan, reputasi merek itu sangat berharga. Misalnya, Intrabrands memperkirakan nilai merek Coca-Cola sebesar $73,1 miliar, yang menjadikannya salah satu merek paling berharga di dunia, bersaing dengan Apple dan Google. Tentu saja, dunia dapat berubah dan nilai baru bisa mengurangi nilai merek Soda/Coke saat dunia beralih dari minuman berkarbonasi ke minuman lain.

Maka dari itu, kamu tidak dapat membangun merek tanpa konsistensi. Namun, semuanya dimulai dengan menetapkan seperti apa nantinya konsistensi itu dan nilai apa yang ingin kamu bangkitkan ke dalam sebuah merek. 

Bagaimana Membangun Sebuah Brand?

Membangun merek atau brand milikmu sendiri pada dasarnya bermuara pada tujuh langkah:

1. Teliti Target Konsumen dan Pesaing Brand

2. Pilih Fokus Utama dan Karakter

3. Temukan Nama Bisnismu 

4. Ciptakan Slogan 

5. Pilih Tampilan Brand (Warna dan Font) 

6. Desain Logo

7. Terapkan Branding ke Seluruh Bisnismu 

Penting bagimu untuk mempertimbangkan setiap aspek saat membentuk identitas merek atau brand yang akan kamu bangun ini. Mari kita mulai dengan hal paling dasar dari cara membangun merek atau brand sendiri. 

1. Teliti Target Konsumen dan Pesaing Brand

Sebelum kamu memulai untuk memberi keputusan membuat sebuah brand, kamu perlu tahu siapa target konsumen dan pesaingmu saat ini. Kamu bisa membuat perceptual mapping atau pemetaan perspektif, ini melibatkan analisis di mana merek yang ada ada pada peta yang mencerminkan variabel keputusan utama yang digunakan oleh konsumen dalam membuat keputusan pembelian.  Di bawah ini adalah contoh peta persepsi untuk es krim. 

Dibangun berdasarkan data nyata dari pelanggan, peta menempatkan produk pada 2 sumbu penting bagi konsumen, seperti kualitas dan harga, seperti pada gambar di atas. Seringkali, ukuran nilai brand berkorelasi dengan pangsa pasar. 

Kunci menggunakan peta persepsi adalah menempatkan brand milikmu di ruang kosong di mana tidak ada merek lain atau di mana brand kecil sudah ada tetapi belum mampu menarik banyak konsumen, jadi berikan apa yang konsumen inginkan dan apa yang dapat kamu berikan. Penting untuk menangani hal ini sebelum melangkah maju, karena ini akan menginformasikan apa yang harus menjadi fokus brand dan bagaimana brand dapat memposisikan dirinya berbeda dari pesaing. 

2. Pilih Fokus Utama dan Karakter 

Merek atau brand, seperti halnya manusia, memiliki kepribadian, atau setidaknya jika perusahaan ingin berhasil membangun merek yang dapat diterjemahkan menjadi nilai tertentu. Tidak heran jika banyak dari brand atau merek yang dapat bertahan lama dan tetap dipandang oleh target konsumen yang sama. 

Dalam memulai sebuah brand, brand yang kamu punya tidak bisa menjadi segalanya bagi semua orang, terutama di awal. Penting untuk menemukan fokus utama brand dan biarkan orang lain yang menyebarkan nilai dari brand yang kamu ciptakan. Berikut adalah beberapa pertanyaan dan latihan untuk membuat kamu berpikir tentang fokus dan tone (nada) dari brand.

Apa Pernyataan Kuat yang Bisa Diberikan?

Kamu bisa memberikan pernyataan yang kuat untuk mempertaruhkan klaim di pasar (market). Pernyataan yang kuat ini belum tentu bisa kamu masukan ke web atau Business Card — pernyataan ini akan membantumu dalam menjawab pertanyaan yang tepat tentang brand milikmu dan membantu dalam membuat tagline brand. 

Formula untuk Membuat Pernyataan Kuat

Kami menawarkan [PRODUCT/SERVICE] untuk [TARGET MARKET] hingga [PROPOSISI NILAI]. Tidak seperti [ALTERNATIF], kami [PERBEDAAN KUNCI].

Misalnya: Kami menawarkan bubur instan untuk para traveler agar tidak mudah lapar, sekaligus membuat mereka tetap kuat.  Tidak seperti merek bubur instan lainnya, kami memberikan satu liter beras kepada orang yang kurang mampu untuk setiap kemasan yang Anda beli. 

Kata-kata Apa yang akan Kamu Kaitan dengan Brand-mu?

Bayangkan jika brand milikmu adalah dirimu sendiri. Kamu harus memikirkan pribadi seperti apa yang akan dimilikinya? Kepribadian yang bagaimana agar membuat pelanggan tertarik?

Ini akan membantumu untuk membuat seperti apa tampilan brand yang kamu ciptakan di media sosial, baik visual maupun tertulis. Ayo kita mulai dengan memilih lima kata sifat menggambarkan jenis merek yang mungkin cocok dengan target konsumenmu.  

Metafora atau Konsep Apa yang Menggambarkan Brand-mu?

Mari memikirkan brand sebagai metafora, atau mempersonifikasikannya, dapat membantu kamu mengidentifikasi kualitas target konsumen yang kamu inginkan. Ini bisa berupa kendaraan, binatang, selebritas, tim olahraga, apa saja—asalkan memiliki reputasi yang menonjol di benakmu yang memunculkan kecocokan yang ingin kamu berikan pada brand. 

Misalnya, kalau kamu ingin membuat merek yang menargetkan atlet, kamu bisa memilih untuk menggunakan macan sebagai poin awal: Mereka kuat, berani, dan lincah dalam bergerak. 

3. Temukan Nama Bisnismu 

Demi menciptakan brand yang kuat diperlukan langkah menentukan nama yang tepat untuk brand yang ingin kamu bangun. Jika kamu ingin membuat brand tampak berbeda dari yang lainnya, kamu bisa memberikan nama yang sulit untuk ditiru. Kalau kamu ingin memperluas produk yang kamu tawarkan, pertimbangkan untuk menjaga nama bisnis tetap luas, daripada memilih nama merek berdasarkan kategori produk. Misal, kamu yang tadinya menjual sebuah mug yang kemudian kamu namakan merekmu dengan Mug Gemez dan beberapa bulan kemudian kamu juga ingin menjual piring dan gelas, kamu jadi harus mengubah nama merekmu. Maka itu, sebelum menamai dengan kategori produk, lebih baik pergunakan nama yang tidak spesifik untuk sebuah produk. 

Kamu dapat menggunakan Business Name Generator untuk memikirkan tentang beberapa nama, atau mencoba salah satu (atau kombinasi) dari pendekatan berikut:

  • Buat satu kata, seperti Fanta. 
  • Membingkai ulang kata yang tidak terkait, seperti Apple for computers.
  • Gunakan kata atau metafora sugestif, seperti Warunk Upnormal, Eiger, Krisna, dan Wardah. 
  • Jelaskan secara harfiah (hati-hati: mudah ditiru), seperti Es Teh Indonesia. 
  • Ubah kata dengan menghapus huruf, menambahkan huruf, atau menggunakan akhiran Latin, seperti Tumblr (Tumbler) atau Activia.
  • Buat akronim dari nama yang lebih panjang, seperti J.Co (Johnny Corporatin) 
  • Gabungkan dua kata: Pinterest (Pin + Interest)

Nama merek tentu akan memengaruhi domain/URL situs web brand, telusuri untuk melihat-lihat nama apa yang tersedia sebelum memutuskan nama domain. Pastikan nama yang kamu buat tidak memiliki kesamaan dengan nama merek lainnya. 

4. Ciptakan Slogan

Apa yang terlintas di benakmu saat mendengar kata Yamaha? Indomie? Teh Botol Sosro? Pasti kamu akan terbayang kalimat “Semakin di Depan”, “Seleraku”, dan “Apapun minumnya, Teh Botol Sosro.”

Slogan yang menarik adalah aset penting untuk dimiliki — sesuatu yang singkat dan deskriptif yang dapat kamu gunakan sebagai tagline di bio media sosial, header situs, kartu nama khusus, dan di mana pun yang memiliki dampak besar bagi brand milikmu. Kamu bisa bebas mengganti slogan sebanyak apapun yang kamu inginkan untuk pemasaran — Pepsi sudah mengganti slogan sebanyak 30 kali dalam beberapa dekade terakhir.

Slogan yang bagus terdiri dari kalimat yang pendek, jelas, menarik, dan mudah diingat. Berikut beberapa cara untuk membuat slogan brand-mu sendiri:

  • Pertaruhkan Klaim-mu: KFC, Jagonya Ayam
  • Jadikan itu Metafora: Teh Kotak, Persembahan Dari Alam. 
  • Adaptasi Sifat Pelanggan: Big Cola, “Think BIG” 
  • Manfaatkan Label: Teh Pucuk Harum, Rasa Teh Terbaik Ada di Pucuknya
  • Tulis Sajak: Selalu Ada Kejutan di Tiap Cangkirnya Kopi Good Day – Karena Hidup Perlu Banyak Rasa!
  • Jelaskan Secara Harfiah: Pocari Sweat, Kembalikan Ionmu. 

Cobalah Pembuat Slogan untuk melakukan brainstorming beberapa ide untuk menghasilkan satu kalimat yang potensial untuk menggambarkan bisnismu. 

5. Pilih Tampilan Brand (Warna dan Font)

Setelah kamu memiliki nama, kamu harus memiliki gambaran tentang merekmu secara visual, yaitu melalui warna dan tipografi. Ini akan berguna ketika brand-mu memiliki website sendiri.

  • Memilih Warna Brand

Warna bukan hanya tampilan pada kemasan atau logo merek saja, tetapi juga menyampaikan perasaan yang ingin kamu komunikasikan kepada pelanggan dan membantumu konsisten dengan semua hal yang kamu lakukan terhadap brand milikmu. Untuk menghindari konsumen dari kebingungan, kamu sebaiknya memilih warna yang membedakan brand-mu dari kompetitor.

Psikologi warna bukanlah ilmu pasti, tetapi ini membantu untuk menginformasikan pilihan yang kamu buat, terutama dalam hal warna yang kamu pilih untuk logo brand.

Infografis ini menawarkan ikhtisar yang bagus tentang emosi dan asosiasi yang umumnya ditimbulkan oleh warna yang berbeda. 

Penting untuk mempertimbangkan bagaimana teks hitam atau putih akan terbaca di atas palet warna dan bagaimana teks berwarna mungkin terlihat di atas latar belakang putih dan hitam.  Coba gunakan alat seperti Coolors untuk mengambil keputusan tentang warna yang cocok.  

  • Memilih Font

Pada bagian ini, ada baiknya juga melihat font yang mungkin ingin kamu gunakan di website brand-mu. 

Pilih dua font paling banyak untuk membuat pengunjung website kebingungan, satu untuk judul dan satu untuk teks isi (ini tidak termasuk font yang mungkin kamu gunakan di logo). Kamu bisa menggunakan Font Pair  untuk menelusuri dari berbagai pilihan font yang cocok. 

6. Desain Logo

Jika kamu melihat gambar-gambar di atas, apakah kamu sudah tahu nama dari perusahaan atau produk tersebut? Ya, itu fungsi dari sebuah logo. Meskipun semuanya merupakan kombinasi tipografi dan gambar, setiap jenis logo memberi nuansa berbeda pada merek.  Dan karena logo adalah hal pertama yang akan dilihat pelanggan, kamu pasti ingin memastikan bahwa kamu mendesain dengan benar. Ingin memilih jenis logo terbaik untuk bisnismu?  Berikut jenis logo yang perlu kamu ketahui:

  1. Logo Abstrak: Pepsi

Logo abstrak memiliki beberapa arti, walau kamu akan sulit untuk menerjemahkan apa maksud dari logo tersebut karena kita melihat hanya sebatas sebuah bentuk dan warna saja. 

Manfaat dari logo abstrak adalah tidak memiliki makna bawaan — kamu bisa membuatnya sendiri dan menghidupkannya di benak pelangganmu.

  1. Logo Emblem: Harvard

Logo Emblem (Lambang) terdiri dari gabungan teks dengan lambang yang memberikan kesan mencolok bagi setiap yang melihatnya. Namun, jika desainnya terlalu rumit, pengaruhnya bisa hilang saat kamu mengecilkannya. Tetapi jika dilakukan dengan benar, mereka dapat memainkan pengaruh besar pada perkembangan brand dan membuat gaya logo yang berkesan.

  1. Logo Maskot: KFC

Logo maskot sering diwakili oleh wajah karakter. Logo maskot dapat menciptakan kepribadian brand, tetapi logo ini sekarang sudah terlalu kuno (kecuali kamu sengaja untuk menerapkan konsep retro pada brand-mu.)

  1. Logo Lettermark: HBO

Logo lettermark mengubah inisial nama lengkap bisnis kamu menjadi logo. Kalau kamu punya ide nama bisnis dengan 3 kata atau lebih, ini mungkin gaya yang bisa kamu pertimbangkan, terutama jika inisialnya menarik.

  1. Logo Ikon (Icon): Whatsapp 

Logo ikon adalah brand yang direpresentasikan sebagai metafora visual. Tidak seperti logo abstrak, logo ikon menunjukkan sesuatu tentang produk (Gambar ‘Telepon’ dan ‘Bubble Chat’ menunjukkan fungsi dari platform).

Sebagai brand yang belum terkenal, kamu harus menghindari penggunaan logo ikon.  Namun, jika kamu tidak yakin tentang jenis logo yang kamu inginkan, memasangkan logo ikon dengan wordmark bisa kamu pertimbangkan.

  1. Logo Wordmark: Facebook 

Logo Wordmark mengubah nama merek, warna, dan font menjadi identitas visual.  Ada sedikit masalah jika kita menggunakan logo wordmark, yaitu sering kali sulit dibuat dalam desain persegi karena bisa tidak terbaca jika kita mengubah skala (memperbesar atau menyusutkan) dari logo tersebut. 

Namun, kamu bisa memperbaiki masalah ini hanya dengan mendapatkan logo ikon yang menyertainya atau mengubah huruf pertama dari wordmark menjadi logo terpisah tetapi terhubung, seperti yang dilakukan Facebook dengan F.

  1. Logo Combination: Doritos

Jika kamu merasa wordmark dan icon adalah hal yang penting dalam membuat logo, kamu bisa menyatukan keduanya. 

Ini membuatnya lebih mudah untuk memenuhi kondisi pembuatan logo yang dapat diskalakan sambil tetap menempatkan nama merek di depan dan di tengah. 

Dari sekian banyak jenis logo, pastinya kamu harus mengeluarkan biaya yang tinggi untuk memesannya, namun jika kamu ingin mendapatkan biaya yang rendah, kamu bisa memesannya di Fiverr atau menjalankan kontes logo di 99Designs.

7. Terapkan Branding ke Seluruh Bisnismu 

Menerapkan pencitraan brand di seluruh bisnis yang kamu bangun akan memberikan kisah brand yang menarik.  Sebuah cerita brand mewakili arti bisnismu. Cerita ini akan menjadi panggung untuk setiap interaksi yang dimiliki pelanggan dengan brand-mu, baik itu di dalam toko offline atau online.

Pelanggan akan membuka halaman Tentang Kami untuk mempelajari lebih lanjut tentang siapa dibalik brand dan untuk pelanggan yang lebih peduli terhadap masalah kesenjangan sosial, yang pertama dicari adalah bagaimana bisnis ini dijalankan. Jika bisnismu memiliki kisah tersendiri, kamu bisa membagikannya. Itu dapat membantu pembeli merasa yakin bahwa bisnis kamu adalah bisnis yang sah.

Kalau kamu masih belum menemukan kisah menarik dari brand yang kamu bangun, kamu bisa menanyakan ini ke dalam dirimu:

1. Apa yang memotivasi aku untuk memulai bisnis?

2. Mengapa perusahaan ini ada?

3. Bagaimana kita berkontribusi pada dunia?

4. Apa cerita di balik bisnis ini yang harus diketahui pelanggan?

Tidak setiap bisnis didorong oleh misi, tetapi jika bisnismu memiliki misi atau nilai, bagikan kisah brand-mu dan beritahu pelanggan mengapa bisnis itu dimulai. Kamu bebas memilih untuk membangun kisah brand dengan misi atau tidak, yang penting adalah kamu dapat menciptakan sesuatu yang tidak terlupakan kepada pelanggan sehingga mereka dapat menceritakan sendiri tentang brand milikmu.

Kesimpulan

Dalam banyak hal, membangun sebuah brand sama artinya dengan memenuhi semua identitas bisnis. Identitas bisnis tampak seperti banyak komponen yang berbeda, tetapi ini tentang membuat sebuah hal bekerja bersama secara efektif. Mulai dari mengisi template kosong hingga branding yang berfungsi dengan baik, meskipun rumit kamu tidak perlu khawatir untuk segera memulainya. Harisenin.com hadir untuk membantumu yang ingin menjadi Enterpreneur, kami akan mengajarkanmu bagaimana memulai bisnis dan mengembangkannya. Kamu bisa mulai belajar bisnis di Harisenin Millennial School dalam program kelas Business Development dan Digital Marketing. Klik di sini untuk segera mewujudkan mimpimu. 

Jika kamu merasa artikel ini bermanfaat, ayo sebarkan kepada teman-temanmu supaya mereka mengetahui informasi seputar brand, bisnis, dan cara membangun sebuah brand dari awal.

Baca Artikel Lainnya Disini.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Power comes not from knowledge kept but from knowledge shared - Bill Gates

Social Media