Cara Ampuh Membangun Habit Baru

3 mn read

Membangun habit baru merupakan sebuah resolusi besar bagi kebanyakan orang. Sebab tidak semudah membalikan tangan, membangun habit butuh waktu dan kesungguhan yang begitu besar. Lalu, bagaimana kita ingin membangun habit baru jika kita terus gagal ditengah proses?

Aristoteles pernah berkata bahwa “Kita adalah apa yang kita kerjakan berulang-ulang, karena itu keunggulan bukanlah suatu perbuatan, melainkan kebiasaan.” Sesuatu pencapaian seseorang akan terlihat sangat hebat sebab ia berhasil membentuk suatu kebiasaan sehingga ia mampu mencapainya. Misalnya, A sangat pandai membawakan acara menjadi menarik . Sebab, A memiliki habit selalu berbicara depan cermin dan belajar berkomunikasi dengan baik untuk mengasah kemampuan berbicaranya. Sehingga, dapat dikatakan bahwa kebiasaan adalah cerminan masa depan kita. 

Membentuk kebiasaan sama seperti angin puting beliung. Jika kita terus mengasahnya dan memiliki komitmen yang kuat maka dia akan terus membesar dengan sendirinya. Dengan kata lain kita akan semakin handal dalam menguasainya. Lalu, bagaimana cara membangun kebiasaan tersebut sehingga apa yang kita harapkan menjadi kenyataan?

2 Tips sukses membentuk habit baru

1. Mulailah dengan menjalankan aturan 30 minutes rule

Tips sukses yang pertama adalah memulainya dengan perlahan-lahan namun pasti.

Ibarat sebuah alat pendeteksi, tubuh kita akan merasa terkekang dan menolak sesuatu yang dilakukan atas dasar keterpaksaan. Sesuatu yang baru masuk harus dilalui dengan uji adaptasi agar tubuh terasa nyaman jika dilakukan secara terus menerus. Inilah yang dimaksud dengan aturan 30 minutes rule.

 

Mulailah suatu target dari yang mudah dilakukan terlebih dahulu. Kemudian kamu bisa memulainya selama 30 menit. Misalnya jika kamu ingin lebih rajin berolahraga, maka kamu dapat memulainya dengan berjalan kaki selama 30 menit terlebih dahulu. Lakukan aturan ini selama 10 hari pertama, kemudian naikan intensitas waktunya 15 menit menjadi 45 menit di hari ke 10 berikutnya dan seterusnya.

Selain itu, kamu harus memulainnya dengan perlahan-lahan tanpa adanya paksaan akan mentransmisi sinyal ke otak menjadi sebuah kebiasaan. Sehingga tubuh akan menerimanya bahkan akan terasa seperti hampa apabila tidak dilakukan. Inilah awal mula kebiasaan baik akan tercipta.

2. Berilah reward pada setiap keberhasilan

Segala sesuatu yang bertujuan mendapatkan imbalan atau hadiah akan membuat diri kita terasa begitu senang dan semangat dalam mengerjakannya. Sebab, ini semua dipacu oleh sistem kerja dopamin dalam tubuh kita. 

Dopamin adalah salah satu senyawa kimia organik yang berperan penting sebagai hormon dan neurotransmitter di dalam tubuh dan otak agar membuat kita menginginkan sesuatu, dan dengan adanya keinginan kita menjadi termotivasi untuk melakukan sesuatu agar tercapai keinginan kita.

Memanfaatkan perasaan senang akan membuat tubuh kita lebih rileks dalam mengerjakannya. Kamu dapat membuat reward setiap keberhasilan berupa hadiah-hadiah kecil seperti makan coklat, bermain gadget dan yang lainnya. Namun, yang harus kamu ingat adalah membuat reward sesuai dengan level yang telah kamu kerjakan. Semakin tinggi tingkat keberhasilan kamu, maka semakin tinggi pula hadiah yang dapat kamu berikan ke dirimu sendiri,ya!

 Baca Juga : 5 Skill yang Kamu Butuhkan Ketika Berkarir Sebagai Tax Consultant

Semua Bersumber dari Pikiranmu

Manusia akan melakukan suatu tindakan dari hasil buah pemikirannya. Oleh sebab itu manusia adalah produk dari pikirannya. Apa yang dia pikirkan, maka seperti itulah jadinya dirinya (Mahatma Gandhi).

 

Namun, Tindakan baru tidak akan tercipta jika kita belum merubah sinyalnya. Kamu bisa merubah sinyal tersebut dengan 2 cara sebelumnya yaitu, mengatur ulang tujuan dan memanfaatkan perasaan senang. Dengan begitu pikiran yang menjadi sumber tindakan akan mengontrol tindakan yang akan kita lakukan dan merubah perasaan kita. Sehingga kebiasaan baru pun mulai terbentuk secara perlahan. 

Ubahlah sinyal tersebut bukan hanya sekedar motivasi ingin sukses dengan mendapatkan beasiswa s2 di luar negeri, misalnya. Namun, jadikan sebagai suatu tindakan fatal apabila kita tidak dapat melakukannya. Ingat! Segala sesuatu tidak bersifat instan. Lakukanlah dengan perlahan tapi pasti.



Leave a Reply

Your email address will not be published.

Social Media