Tips Portofolio UI/UX Designer Agar Dilirik Perusahaan

portofolio UI/UX Designer
2 mn read

Portofolio memang senjata perang yang wajib dimiliki seorang yang memulai bahkan seorang expert sekalipun, tidak terkecuali bagi UI/UX Designer. Dimana dengan portofolio UI/UX Designer mampu menampilkan potensi terbaiknya untuk mencari pekerjaan bahkan lebih-lebih mampu mendatangkan pekerjaan.

Portofolio UI/UX Designer bukan sembarang dokumen loh, tapi bagaimana kita mampu menyampaikan secara keseluruhan berbagai aspek dan elemen kompetensi kita.

Baca Juga: Kenali UI/UX Serupa Tapi Tak Sama

Apa Sih Portofolio itu?

Portofolio UI/UX Designer
Picture by: Pexels.com

Dengan mengutip dari berbagai sumber, dijelaskan bahwa portofolio merupakan kumpulan dokumen dan tulisan yang tersusun rapi dan menarik yang secara keseluruhan menampilkan hasil karya dan project dari aktivitas yang dilakukan seseorang.

Kata lain, portofolio dibuat untuk mendokumentasikan suatu perkembangan dalam pencapaian dari tujuan seseorang. Dengan portofolio juga dapat dijadikan bukti performa seseorang.

Dewasa ini, portofolio tidak hanya ditampilkan dalam bentuk dokumen hardfile melainkan juga telah banyak ditampilkan di berbagai media, seperti medium, website, bahkan social media.

Tips Portfolio UI/UX Designer

Sebagai UI/UX Designer, keberadaan portofolio sangat dibutuhkan. Meskipun menjadi seorang designer handal, portofolio yang disajikan bukan hanya melulu design yang kece atau keren semata. Melainkan juga apakah pesan dan design thinking-mu sudah tersampaikan atau belum.

Pertanyaannya, bagaimana menyusun portofolio UI/UX Designer yang mampu mendatangkan pekerjaan? Salah satu tips buat Risers adalah kamu bisa menggunakan struktur story telling untuk menceritakan study case. 

Pada portofolio, kamu bisa menceritakan project yang telah kamu kerjakan dengan memperhatikan beberapa poin di bawah ini:

  1. Ceritakan problem yang ingin kamu selesaikan
  2. Jelaskan peran/ kontribusimu dalam projek, siapa saja yang tergabung dalam projek tersebut, dan bagaimana tanggung jawab kamu.
  3. Ceritakan hal-hal yang membuat problem itu menarik atau menantangmu. Hal ini bisa kamu beri pilihan mana opsi yang kurang atau lebih menurut pertimbanganmu, serta apa saja kendala yang kamu hadapi.
  4. Tunjukkan alternatif lain jika suatu sistem tidak dapat bekerja dengan baik.
  5. Jelaskan mengapa kamu mengambil suatu keputusan penting. Mengapa harus mempertimbangkan solusi yang kamu ajukan?
  6. Tampilkan apa hasil terukurnya. Tidak masalah jika kamu menghadapi kegagalan, itu adalah bagian dari portofolio. Kamu hanya perlu menyampaikan bagaimana semua ini bisa terjadi.
  7. Jelaskan pula batasan-batasan yang kamu hadapi pada saat kamu mengerjakan projek ini. Serta tambahkan pula jika kamu mendapatkan waktu atau sumber resource yang tak terbatas.

Nah, itu 7 tips yang tidak boleh kamu lupakan dalam membangun portofolio. Selain itu, treat portofolio bukan serta merta one-time-product, tapi live and breathing product yang harus selalu kita update sepanjang waktu. Bagaimana? Sudah sejauh apa pencapaianmu?

Dalam hal ini, kamu juga bisa meniru atau mengambil referensi dari portofolio UI/UX Designer ternama. Terdapat banyak bahkan ribuan sumber yang bisa kamu jadikan referensi, seperti kamu bisa mengunjungi halaman bestporfolio.

Baca Juga: Intip profesi UI/UX Designer: Job Desc, Skill, dan Gaji.

Harisenin Millenial School UI/UX Designer

Jika kamu masih kebingungan bagaimana membuat portofolio untuk modal membangun karier sebagai UI/UX Designer. Jangan khawatir Risers,  kamu bisa mengikuti kelas dan bimbingan di online course harisenin.com agar kamu lebih fokus membangun karirmu dan menjadi UI/UX Designer handal. Kamu bisa klik disini untuk keterangan lebih lanjut.



Leave a Reply

Your email address will not be published.

Social Media