KENALI APA ITU HUSTLE CULTURE

3 mn read

Kalian pernah mengalami dimana merasakan kelelahan yang berkepanjangan tidak? atau kamu pernah kerja dalam waktu delapan atau mungkin lebih di depan laptop terus terusan bolak balik switch tab agar bisa hadir di meeting yang bersamaan, dengan tumpukan email yang belum dibaca, dan kamu selalu menganggap diri kamu selalu belum bekerja keras dalam sepanjang hari? 

Wah kalau kamu pernah merasakan hal itu, Welcome to the Hustle Culture!

Kali ini Harisenin.com akan memberikan penjelasan apa itu Hustle Culture, disimak yuk Risers!

Apa itu Hustle Culture?

Hustle Culture itu adalah standar dari masyarakat yang menganggap bahwa kamu bisa dianggap sukses kalau kamu benar – benar mendedikasikan hidup untuk pekerjaan dan bekerja dengan sekeras kerasnya, atau bahasa keren nya dari orang yang gila kerja atau workaholic

Para penganut dari Hustle Culture ini hampir dialami oleh sebagian besar dari pekerja di berbagai perusahaan, terutama di kalangan generasi millenial atau fresh graduate. Tuntutan kehidupan yang begitu banyak mengharuskan mereka lebih bekerja lebih keras agar supaya mendapatkan penghasilan besar lalu mereka mengesampingkan kesehatan diri dan mental. 

Sebuah studi dalam jurnal Occupational Medicine menyebutkan bahwa orang yang bekerja lebih panjang dari biasanya itu cenderung mengalami gangguan kecemasan, depresi, bahkan hingga gangguan tidur. Wah bahaya banget ya, Risers!

Tidak hanya itu, ada banyak dampak yang muncul dari kebiasaan atau gaya hidup semacam itu yang muncul terutama di kalangan anak muda. 

Yuk simak apa dampak dari Hustle Culture tersebut

Dampak dari Hustle Culture

Dengan semakin banyaknya orang yang bercita cita untuk menjadi sukses, terkadang kerja keras yang berlebihan itu terlihat menjadi lazim terutama untuk pamer di media sosial. 

Padahal kenyataanya tidak selamanya bekerja keras adalah hal yang baik malah bisa menghasilkan daya saing yang beracun dan dampak buruk lainnya.

Berikut beberapa dampak buruk dari Hustle Culture:

  1. Kehilangan Work Life Balance

Work life balance itu adalah keseimbangan antara karir dan kehidupan pribadi. Obsesi dari bekerja terlalu keras itu dapat mengganggu kamu dalam aktivitas sosial pada umumnya seperti berkumpul dan menghabiskan waktu bersama keluarga, teman ataupun pasangan nah sementara kamu tenggelam dengan deadline, tak ada teman bicara untuk berkeluh kesah. 

  1. Sering Merasakan Burnout

Burnout Syndrome adalah kondisi stress akibat pekerjaan yang ditandai rasa lelah, kesal dengan pekerjaan dan sering sekali tidak merasa puas.

Gejala Burnout ini tidak terjadi hanya satu malam, melainkan secara bertahap. Burnout ini juga bisa disebabkan karena banyaknya tanggung jawab yang dipikul, lingkungan kantor yang toxic serta kehilangan support system.

  1. Tidak Bersyukur

Salah satu dampak dari Hustle Culture ini adalah selalu membandingkan diri sendiri dengan pencapaian orang lain. Sebisa mungkin kita harus berada di posisi yang sama. Dengan ambisi yang begitu besarnya, para penganut Hustle Culture tidak mau kalah dan berhenti sebelum ia menjadi paling sukses di lingkungannya.

Sebenarnya tidak ada masalah kalau ingin bekerja keras dan lebih mengedepankan pekerjaan. Namun, tidak ada salahnya memiliki batasan diri karena itu bisa membuat kamu menjadi tidak menikmati hidup dan tak punya prioritas lain selain bekerja. Tapi kamu bisa menghindari budaya ini loh, gimana caranya?

Cara Menghindarinya

  1. Jangan Membandingkan Diri Sendiri  dengan Orang Lain

Salah satu sumber tekanan dari budaya ini itu adalah tekanan dari media sosial, karena semua ingin terlihat sukses dan mapan dengan pekerjaan nya lalu dengan bangga memamerkan bekerja di tengah malam atau di akhir pekan. 

Kamu jangan terlalu membandingkan diri sendiri dengan mereka atau bahkan membuat ekspektasi lebih terhadap diri sendiri karena setiap orang memiliki pace nya masing masing. 

  1. Cari Hobi

Kamu bisa mencari hobi yang kamu sukai agar kamu terhindar dari budaya ini. Jangan biarkan pekerjaan memakan seluruh waktu dan hidupmu, Eits tapi jangan terlalu santai juga yahh.

  1. Tahu Batasan Diri

Cara terakhir untuk menghindari dari budaya ini adalah cari tahu dari batasan itu dirimu sendiri. Kamu harus tahu kapan harus berkata tidak dan berani mengatakan nya, tahu kapan mesti bekerja dan istirahat. Jangan sampai kamu memaksakan diri hanya karena untuk memenuhi standar dari seseorang

Nah itu dia penjelasan apa itu Hustle Culture atau budaya gila kerja. Sebenarnya budaya ini bisa pelan – pelan dihilangkan, kalau kita sendiri bisa tahu batasan diri sendiri itu sampai mana. 

Kalau ingin mendapatkan informasi penting atau tips lain seputar dunia kerja, kamu bisa baca artikel lainnya disini.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Power comes not from knowledge kept but from knowledge shared - Bill Gates

Social Media