Harisenin Memberikan Dobrakan Baru di Bidang Pendidikan Teknologi

3 mn read

Berdasarkan statistik pendidikan tinggi Indonesia, setiap tahun Indonesia menghasilkan lebih dari 1,7 juta sarjana baru. Namun, pertumbuhan jumlah sarjana baru tidak diiringi dengan skill yang dibutuhkan banyak perusahaan di era digital ini. Sehingga, jumlah pengangguran yang terus meningkat tak terhindarkan. Kondisi ini semakin parah dikarenakan efek pandemi. Tercatat di tahun 2021 jumlah pengangguran di Indonesia sebanyak lebih dari 8 juta sarjana, meningkat 26,3% dibanding tahun 2020.

Kesenjangan keterampilan atau Skill Gap antara skill yang dibutuhkan perusahaan dengan skill yang dimiliki para sarjana baru menjadi suatu masalah yang akhirnya memunculkan banyak perusahaan rintisan edutech yang meluncurkan produk skill bootcamp. Akan tetapi, biaya yang harus dikeluarkan terbilang sangat mahal mulai dari Rp. 5.000.000 – Rp. 60.000.000 sehingga banyak generasi millennial dan Gen-X Indonesia yang tidak dapat menjangkaunya. Adapun program income sharing banyak dikeluhkan karena gaji kita akan dipotong sebanyak 20% – 30% per bulan selama 2 – 3 Tahun.

Hal tersebut turut dirasakan oleh salah satu Co-Founder dan CEO harisenin.com, Mirza Saputra. Mirza mengungkapkan bahwa sudah banyak artikel dan penelitian yang membahas persoalan skill gap di Indonesia ini, namun ketika kita ingin belajar banyak solusi pendidikan non-formal yang ditawarkan saat ini sangat mahal sehingga tidak dapat diakses oleh sebagian besar anak muda di Indonesia dengan latar belakang ekonomi menengah kebawah. Dimana yang pada akhirnya kesempatan untuk memiliki karir dan pendapatan yang layak hanya dimiliki oleh orang – orang yang berduit saja atau bahkan jatuh ke tenaga kerja asing.

“Harisenin.com hadir dengan misi untuk meningkatkan kesejahteraan dan kebahagian generasi muda penerus bangsa melalui pendidikan yang dapat diakses dan dijangkau oleh para pelajar di Indonesia,” kata Mirza.

Didirikan pada akhir tahun 2020 dan produk dirilis pada Q1 2021, harisenin.com dirintis oleh empat orang anak muda yang memiliki keresahan yang sama yaitu, Mirza Saputra (CEO) yang merupakan mantan Konsultan di EY Indonesia, Dyo Fathu Rahman (CMO) yang berpengalaman sebagai Marketer di berbagai startup terkemuka seperti Zomato, Qraved, dan Cashbac, lalu Kezia Manege (COO) yang berpengalaman sebagai Konsultan di KPMG dan Analyst di Gojek, dan yang terakhir Irfan (CTO) yang berpengalaman sebagai produk dan IT developer di beberapa Startup terkemuka di Indonesia.

Di harisenin.com Anda bisa belajar secara gratis melalui program harisenin mini school, dan apabila ingin mendalami suatu keahlian dapat mengikuti skill bootcamp selama 3 – 6 Bulan yang biayanya mulai dari Rp500.000 sampai dengan Rp3.500.000 saja. Pembayarannya juga dapat diangsur secara bulanan tanpa bunga sehingga sangat memudahkan bagi mahasiswa atau fresh graduate yang ingin belajar. 

“Selain sangat terjangkau, kami juga sering memberikan potongan harga dan mengadakan program beasiswa bagi teman – teman pelajar yang ingin belajar dan memiliki keterbatasan biaya, fokus kami adalah bagaimana generasi muda Indonesia bisa sukses dan hidup sejahtera terlepas dari latar belakang dan kemampuan finansial mereka”, lanjut Mirza.

Adapun program yang disediakan di harisenin skill bootcamp adalah Digital Marketing, Business Development, UI/UX & Product Manager, Full Stack Developer, Tax Consultant, Audit & Financial Analyst, dan masih banyak kategori lain yang akan diluncurkan kedepannya. 

Saat ini harisenin.com telah berhasil mengedukasi lebih dari 20.000 pelajar di seluruh Indonesia, bertumbuh 250% setiap bulannya. Harisenin.com disukai oleh para mahasiswa dan fresh graduate di Indonesia karena selain bisa belajar 90% lebih hemat dan gratis, harisenin.com juga memberikan banyak manfaat antara lain: metode belajar yang human-centered dan interaksi dua arah, kurikulum yang up-to-date dan fun sehingga lebih cepat paham, real-work project, konsultasi dan pelatihan karir, job guarantee, money back guarantee 100%, lalu harisenin.com juga memberikan edukasi cara mengatur keuangan, dan kesehatan mental di lingkungan kerja.

“Yang kita mau dari para alumni program kita, mereka tidak hanya menguasai hard & soft skill dan bisa mendapatkan pekerjaan tapi kita mau mereka juga sehat secara keuangan dan mental”, lanjut Mirza. 

Saat ini lulusan dari Harisenin.com sudah banyak bekerja di berbagai startup dan perusahaan ternama seperti Shopee, Detik.com, Unilever, tokopedia, gojek, BRI, Nestle, Astra, EY, PwC dan masih banyak lagi. 

Baca artikel lainnya disini.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Power comes not from knowledge kept but from knowledge shared - Bill Gates

Social Media