Bagaimana Cara Membangun Brand Identity yang Kuat untuk Bisnis?

7 mn read

Seperti halnya dengan setiap orang yang memiliki keunikan masing-masing, brand juga harus punya daya tarik yang berbeda dari yang lainnya agar bisnis yang kamu bangun mendapatkan lebih banyak konsumen. Namun untuk membangun sebuah brand yang kuat diperlukan kematangan dalam menyusun Brand Identity atau Identitas Brand (merek). Kamu bukan hanya menentukan desain logo dan nama apa yang tepat untuk brand-mu, ini adalah proses yang harus dipikirkan dengan matang, menyatukan visi misi brand yang kamu ciptakan dengan tim desain, dan pemahaman yang mendalam tentang brand milikmu. 

Tapi sebelum melangkah lebih jauh, kita harus mempertanyakan apa itu Brand Identity? Apa hubungannya dengan desain? Dan bagaimana cara membentuk Brand Identity yang kuat yang membawa bisnismu sukses? Terdengar cukup rumit, namun tenang saja Harisenin.com akan memandu kamu secara step-by-step untuk dapat melewati proses secara efektif dan menghasilkan Brand Identity yang tepat untuk bisnismu. Di sini, kamu akan mempelajari semua yang perlu kamu ketahui tentang merancang brand identity, bersama dengan tips terbaik dari kami untuk melakukannya.

Apa Itu Brand Identity? 

“Brand Identity atau Identitas Merek adalah ekspresi luar dari suatu merek, termasuk merek dagang, nama, komunikasi, dan tampilan visualnya.”

-Marty Neumeier 

Brand Identity adalah jumlah total dari bagaimana merek dapat terlihat, dirasakan, dan menjadi komunikasi antara produk dengan konsumen. Misalnya, warna, logo, desain, tulisan, slogan, dan lainnya. Contoh sederhananya adalah sebagai berikut:

Question: Kamu tahu gak e-learning yang ngadain acara Mini School secara gratis? Itu loh yang kelasnya beragam dan warnanya biru hijau itu! 

Audiens: Oh, Harisenin.com ya? 

Brand identity adalah apa yang membuat kamu langsung dikenali oleh pelanggan.  Audiens akan mengaitkan brand identity  dengan produk atau layanan milikmu, dan identitas itulah yang membentuk hubungan antara brand milikmu dan konsumenmu, membangun loyalitas konsumen, dan menentukan bagaimana konsumen kamu akan memandang brand yang kamu bangun. Brand yang sukses adalah brand yang dapat mengomunikasikan jati diri brand, konsumen memiliki sentimen yang positif terhadap brand milikmu, dan membentuk hubungan kuat yang kamu butuhkan untuk kesuksesan jangka panjang. 

Apa yang Termasuk dalam Brand Identity? 

Palet warna, desain logo, dan nama brand saja tidak cukup untuk membentuk identitas brand yang kuat. Kamu harus menciptakan komunikasi visual yang kuat agar dapat diterapkan ke segala hal mulai dari situs web hingga kemasan produkmu. Selain dari brand yang ingin kamu bangun (dan jenis konten yang kamu rencanakan untuk dibuat), kebutuhan kamu mungkin lebih luas, berikut dasar dari brand identity atau identitas brand meliputi:

  • Logo
  • Warna 
  • Tipografi
  • Fotografi
  • Ilustrasi
  • Visualisasi Data 
  • Desain Web 

Penting: Identitas Brand kamu harus dapat diterjemahkan ke seluruh media, jadi sertakan semua yang kamu butuhkan untuk memastikannya.

Kunci Membangun Brand Identity yang Kuat

Identitas brand yang kuat perlu bekerja untuk semua orang, baik tim internal (misalnya, duta merek, pembuat konten) dan orang-orang yang akan berinteraksi dengannya (misalnya, pelanggan). Saat kamu memulai proses desain, pastikan identitas brand yang kamu punya memiliki:

  • Hal Berbeda: Buat brand lebih menonjol dari semua kompetitor dan menarik perhatian orang.
  • Berkesan: Visual yang kuat. (Contoh, Windows: Logonya sangat mudah diingat sehingga mereka hanya menyertakan logo, bukan nama brand pada produknya.)
  • Scalable dan Fleksibel: Ini dapat tumbuh dan berkembang dengan brand.
  • Kohesif: Setiap bagian melengkapi identitas brand.
  • Aplikatif: Intuitif dan jelas untuk digunakan desainer. 

Jika salah satu dari elemen ini hilang, akan sulit bagi tim branding untuk melakukan pekerjaan mereka dengan baik.

Cara Membangun Identitas Brand

Seperti yang sudah dijanjikan sebelumnya, Harisenin.com telah membuat panduan langkah demi langkah ini untuk membangun identitas brand.  

Jika brand kamu masih dalam tahap awal atau bersiap untuk mengubah citra dan tidak yakin harus mulai dari mana, ikuti tahap berikut untuk melewati proses dengan mulus dan membangun identitas brand yang lebih kuat yang membuat bisnismu siap untuk sukses.

Lengkapi Strategi Brand

Sebelum kamu mengetahui logo atau warna seperti apa yang kamu inginkan, kamu perlu untuk mengetahui jati diri dari  identitas brand. Strategi brand adalah rencana terperinci yang menguraikan dengan tepat apa yang ingin kamu capai dan bagaimana kamu akan mencapainya. Ini terdiri dari:

  • Inti Brand (tujuan, visi, misi, nilai) 
  • Pesan Brand (brand voice, kepribadian, tagline, dan pilar pesan brand)
  • Identitas Brand (logo, warna, tipografi, dll.)

Identitas brand merupakan alat untuk membantu kamu mengomunikasikan brand secara visual, sehingga mendukung strategi brand milikmu.  Karena itu, sebelum kamu menyelami identitas brand, penting untuk memiliki strategi yang sepenuhnya disempurnakan. 

Kenali Persona Brand

Identitas brand adalah “wajah” yang berinteraksi dengan seluruh dunia.  Apapun yang kamu buat harus secara akurat mengomunikasikan siapa brand yang kamu ciptakan.  Kamu harus secara sadar untuk membuat komunikasi brand yang baik agar satu persepsi dengan konsumen. Pastikan kamu akan membuat pilihan desain yang lebih efektif setelah kamu memahami kebutuhan, keinginan, dan nilai konsumen.

Untuk memahami siapa yang ingin kamu jangkau, cobalah untuk membuat persona yang mewakili segmen target pasar yang berbeda.  Persona ini mengidentifikasi informasi demografis dan psikografis yang memberi kamu wawasan tentang siapa orang-orang ini dan apa yang memotivasi mereka untuk menentukan pilihan menjadi konsumen sebuah brand.

Di luar audiens utama (pelanggan), kamu juga ingin mempertimbangkan bagaimana kelompok sekunder atau tersier mungkin memandang brand milikmu (misalnya, brand lain atau karyawan).  Informasi ini juga dapat memengaruhi keputusan desain brand yang akan kamu ciptakan. 

Rancang Elemen Brand

Bagian ini sangat menantang sekaligus menyenangkan. Kamu bisa mendesain setiap elemen dalam urutan yang ditentukan di sini, karena setiap elemen memengaruhi yang lain. Sudah siap? 

Logo

Identitas brand adalah sistem desain yang rumit. Setiap elemen memengaruhi yang lain, tetapi itu dimulai dengan logo. Saat kamu mengarahkan desainer untuk merancang logomu, pastikan kamu memperhatikan hal berikut:

  • Mengomunikasikan dengan jelas siapa Brand-mu dan apa yang kamu hargai sebagai sebuah brand
  • Menarik secara visual: sederhana, jelas, dan rapi
  • Klasik, bukan hal yang trendi: Jangan buat logo yang ketinggalan zaman dalam 6 bulan, buat logomu tetap konsisten dan bertahan lama. 

Kamu juga perlu untuk meminta desainer mengirimkan logo brand milikmu dalam berbagai format (seperti versi hitam putih atau beberapa ukuran) untuk memastikan kamu selalu memiliki logo yang dibutuhkan—dan masing-masing sesuai dengan identitas brand. Pelajari lebih lanjut tentang cara mendesain logo yang sempurna. 

Warna 

Setelah kamu memiliki logo yang solid, kamu dapat menjelajahi palet warna.  Warna adalah alat yang hebat untuk membedakan brand-mu dari pesaing, warna bisa menimbulkan emosi yang kuat maka pilihlah dengan bijak.

Palet warna yang baik adalah jelas dan fleksibel, memberikan desainer pilihan yang cukup untuk menjadi kreatif. Ini termasuk:

 1 warna utama

 2 warna primer

 3-5 warna komplementer

 2 warna aksen

Untuk tips lainnya, lihat panduan di sini untuk memilih warna yang tepat untuk identitas brand-mu. 

Tipografi 

Tipografi mengacu pada yang biasa kamu sebut sebagai font yang kamu pilih untuk materi pencitraan brand. Sangat penting untuk memilih font logo dan font merek dengan bijak.  Ada empat jenis utama tipografi:

  • Font serif (seperti Times New Roman atau Garamond) memiliki tampilan seperti jangkar atau kaki kecil di akhir setiap huruf. Jika kamu ingin menggunakan unsur klasik, tipografi ini sangat cocok digunakan karena terlihat tradisional dan sedikit kuno. 
  • Sans Serif

Jika “serif” adalah kaki, “sans serif” adalah tanpa kaki.  Font sans serif (seperti Helvetica atau Franklin Gothic) adalah huruf yang memiliki tepi halus dan tidak memiliki jangkar atau “kaki” dari rekan serifnya.  Font sans serif memberikan nuansa modern yang lebih ramping pada merek.

  • Tipografi skrip tampak seperti tulisan tangan kursif (tulisan huruf sambung).  Font ini (seperti Allura atau Pacifico) bisa menjadi cara yang bagus untuk menambahkan kesan mewah atau feminin pada brand-mu. 
  • Display Font memiliki struktur tersendiri. Setiap tampilan font memiliki elemen khusus, yaitu bentuk yang tidak biasa pada huruf, garis luar, bayangan, atau tepi yang lebih artistik/digambar tangan (font lightning bolt Metallica). Jika ingin membuat kesan yang berani dan menciptakan identitas brand yang tidak mudah dilupakan orang, kamu bisa coba menggunakan Display Font. 

Untuk membuatnya tetap sederhana, batasi jumlah keluarga font menjadi 2-3.  Ini biasanya mencakup tipografi merek utama dan sekunder untuk tujuan tertentu, seperti jenis huruf body copy, jenis huruf UI, dll. 

Fotografi

Fotografi memainkan peran besar dalam identitas brand, mulai dari gambar produk hingga iklan brand-mu. Penting untuk mengidentifikasi pedoman yang jelas tentang jenis gambar (visual) yang sesuai dan tidak.

Elemen Tambahan

Brand yang kamu bangun mungkin membutuhkan komunikasi yang unik untuk konsumen. Pastikan identitas brand mencakup elemen-elemen ini, seperti:

  •  Elemen interaktif
  •  Grafis gerak
  •  Video
  •  Desain Web 

Kesimpulan 

Merancang identitas merek yang sukses membutuhkan banyak kerja dan kolaborasi.  Untuk menjaga tim kamu pada visi yang sama dan memberdayakan mereka untuk melakukan pekerjaan sebaik mungkin, pastikan mereka:

  • Teredukasi: Cari tahu kesalahan identitas brand yang harus dihindari di setiap tahap.
  • Terinspirasi: Ciptakan identitas visual yang mengagumkan.
  • Difasilitasi: Buatlah buku panduan untuk referensi tim kamu dalam menciptakan identitas brand yang hebat, dan mencari tahu cara memastikan semua konten kamu sesuai dengan brand milikmu di masa mendatang.

Dan jika kamu merasa kesulitan atau tidak memiliki sumber daya untuk mengerjakan proyek sendiri, pertimbangkan untuk membawa bantuan ahli. Terus ikuti perkembangan bisnis bersama Harisenin.com dan ikuti kelas Business Development dan Digital Marketing untuk membantumu dalam membangun bisnis yang sukses. 



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Power comes not from knowledge kept but from knowledge shared - Bill Gates

Social Media